SINTANG, INSERTRAKYAT.COM — Jalur tidak resmi di perbatasan Indonesia-Malaysia kembali menjadi sasaran penyelundupan barang ilegal. Tim Gabungan SSK III Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala/1/1 Kostrad menggagalkan pengiriman 20 dus minuman keras asal Malaysia di Desa Sungai Kelik, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Jumat (30/10/2026) dini hari.

Operasi tersebut melibatkan personel gabungan yang bergerak berdasarkan informasi masyarakat. Pengintaian berlangsung di tiga titik rawan setelah petugas menerima laporan mengenai dugaan aktivitas penyelundupan pada Selasa (27/10/2026).

Serka Erwin dan Sertu Aziz menerima informasi awal dari warga. Mereka kemudian meneruskan laporan tersebut kepada Danki SSK III, Kapten Chk Arief Sulkarnain, yang mengerahkan tim gabungan di bawah pimpinan Serka Dwi Ramadhan.

Penyisiran dan pengintaian dilakukan untuk mengidentifikasi pergerakan orang serta barang yang melintasi jalur tidak resmi. Strategi tersebut mengarah pada dua orang yang terlihat berjalan dari arah Malaysia sambil memikul keranjang.

Saat petugas memberikan peringatan lisan, kedua orang tersebut melarikan diri kembali ke wilayah Malaysia. Kedekatan garis batas membuat mereka dapat meninggalkan lokasi sebelum petugas mengamankan keduanya.

Personel kemudian memeriksa titik awal dan menyisir area sekitar 20 meter dari lokasi penemuan. Hasilnya, petugas mengamankan 20 dus minuman keras yang terdiri atas 15 dus Lemon Gin berisi 720 botol dan lima dus Bir Camel berisi 120 botol.

Total barang bukti mencapai 840 botol. Petugas juga menyita dua alat pemikul dan satu lembar terpal hijau yang diduga digunakan untuk membawa barang tersebut.

Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala, Letkol Arm Rokib Hanafi, S.Sos., M.M., mengapresiasi kepekaan personel dalam menindaklanjuti informasi masyarakat.

Ia menilai kerja sama warga dan prajurit memiliki peran penting dalam mendeteksi aktivitas ilegal di kawasan perbatasan. Informasi awal dari masyarakat memungkinkan personel mengarahkan pengawasan ke sejumlah titik yang dicurigai menjadi jalur perlintasan.

Satgas Pamtas Yonarmed 13/Nanggala menyatakan akan meningkatkan patroli berkala dan memperkuat koordinasi dengan masyarakat untuk mencegah masuknya barang ilegal melalui jalur hutan maupun lintasan tidak resmi.

Peristiwa ini juga menunjukkan tantangan pengawasan wilayah perbatasan yang memiliki banyak jalur lintasan. Jarak antarpemukiman, kondisi geografis, serta kedekatan akses menuju wilayah negara tetangga membutuhkan pengawasan yang terarah dan berkelanjutan.

Selain penindakan, informasi masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kawasan perbatasan. Warga yang mengenali kondisi lingkungan dapat membantu petugas mengidentifikasi aktivitas mencurigakan lebih awal.

Dua orang yang melarikan diri masih belum diamankan dalam operasi tersebut. Sementara itu, 20 dus berisi 840 botol minuman keras asal Malaysia telah disita sebagai barang bukti.

Pengembangan penanganan selanjutnya diperlukan untuk menelusuri asal, tujuan pengiriman, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas penyelundupan tersebut.

Sumber: Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 13/Nanggala Kostrad. (Cp) Johan. 

Editor: Supriadi Buraerah

BERITA TERKINI EDITORIAL