INSERTRAKYAT.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau bahwa, pencegahan kebakaran hutan perlu dimulai dari kebiasaan sehari-hari, termasuk cara masyarakat menggunakan api. Di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pembakaran sampah oleh seorang warga memicu api yang menjalar ke rumpun bambu hingga membakar sekitar satu hektare lahan pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga wilayah, yakni Kabupaten Kuningan dan Ciamis di Jawa Barat serta Kabupaten Grobogan di Jawa Tengah. Dalam laporan perkembangan situasi bencana per Minggu, 25 Oktober 2026, BNPB menyebut petugas masih menangani kebakaran di kawasan Gunung Ciremai, sedangkan api di Ciamis dan Grobogan telah padam.

Ketiga peristiwa tersebut memiliki kondisi dan informasi penyebab yang berbeda. Namun, semuanya mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan kebakaran hutan perlu berjalan beriringan dengan kesiapan petugas menangani api sejak awal.

Kasus Grobogan

Di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, pembakaran sampah oleh seorang warga memicu kebakaran yang menjalar ke rumpun bambu dan membakar sekitar satu hektare lahan. BNPB mencatat kejadian tersebut pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

BPBD setempat meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama. Kondisi lokasi kembali aman dan tidak ada korban jiwa.

Api yang awalnya kecil dapat menjalar ketika menyentuh bahan yang mudah terbakar. Rumput kering, semak, dan rumpun bambu di sekitar sumber api dapat meningkatkan risiko penyebaran, terutama saat kondisi lingkungan mendukung kebakaran.

Karena itu, masyarakat perlu menghindari pembakaran sampah secara terbuka dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan api yang mulai menjalar, warga perlu segera melapor kepada aparat setempat atau BPBD.

Kebakaran Gunung Ciremai Masih Ditangani

Di Kabupaten Kuningan, api mulai muncul di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, tepatnya di wilayah Resort SPTN Wilayah I Kuningan, Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, pada Rabu, 21 Oktober 2026, sekitar pukul 20.44 WIB.

Hingga laporan BNPB pada Minggu, 25 Oktober, petugas masih menyelidiki penyebab kebakaran. Tim gabungan yang melibatkan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, TNI, Polri, Brimob Polda Jawa Barat, BPBD, pemerintah daerah, relawan, warga, dan kelompok masyarakat peduli api melakukan pemadaman manual serta operasi pengeboman air (water bombing).

Pemantauan menggunakan pesawat udara tanpa awak dan drone mencatat 13 titik api pada Kamis, 22 Oktober, pukul 18.00 WIB. Jumlah tersebut turun menjadi 10 titik pada Jumat, 23 Oktober, pukul 16.00 WIB. Namun, pemantauan udara pada Sabtu, 24 Oktober, masih menemukan titik api di kawasan hutan sebelah selatan pos pemantauan Karang Dinding.

Petugas membagi penanganan ke dalam empat sektor, yaitu Bukit Seribu Bintang, Karang Dinding, Batu Arca, dan Bintangot. Gubernur Jawa Barat, sekretaris daerah provinsi, dan Bupati Kuningan juga meninjau lokasi melalui pemantauan udara.

BNPB membantu patroli udara dan menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca di Bandara Kertajati. Saat laporan disusun, pesawat pendukung operasi masih dalam proses mobilisasi dari Jambi. Tim juga membutuhkan tambahan personel, peralatan pemadaman, perangkat komunikasi, alat berat, dan logistik.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan 2026 melalui Keputusan Gubernur Nomor 360/Kep.577-BPBD/2026 untuk periode 1–31 Oktober. Petugas masih menghitung kerugian materiil, sementara BNPB tidak melaporkan korban jiwa.

Kebakaran Ciamis Berhasil Dipadamkan

Kebakaran di Kabupaten Ciamis terjadi pada Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 09.28 WIB. Api melanda Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, serta Desa Cidolog dan Desa Ambit, Kecamatan Cidolog.

BNPB mencatat luas lahan terbakar sekitar 2.254 hektare. Petugas masih menyelidiki penyebab kebakaran sehingga masyarakat tidak sepatutnya mengaitkan kejadian ini dengan pembakaran sampah atau aktivitas tertentu tanpa bukti.

BPBD Jawa Barat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Ciamis. Petugas pemadam kebakaran, Babinsa, perangkat desa, dan warga turut menangani kejadian tersebut. Hingga Sabtu, 24 Oktober, tim gabungan berhasil memadamkan api dan tidak ada korban jiwa.

Langkah Pencegahan Kebakaran Hutan pada Musim Kemarau

BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga perlu menghindari pembakaran sampah dan pembukaan lahan dengan cara membakar, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta segera melaporkan titik api kepada aparat setempat atau BPBD.

Pencegahan dapat dimulai dari keputusan sehari-hari. Sebelum menggunakan api, perhatikan keberadaan rumput kering, semak, dan bahan lain yang mudah terbakar. Pastikan sumber api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi. Jika api mulai menjalar dan sulit dikendalikan, utamakan keselamatan dan segera hubungi petugas.

Masyarakat juga perlu membedakan fakta dari dugaan saat mengikuti berita kebakaran. BNPB menyebut pembakaran sampah sebagai pemicu kebakaran di Grobogan, sedangkan penyebab kejadian di Kuningan dan Ciamis masih dalam penyelidikan.

Pencegahan kebakaran hutan tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas, tetapi juga pada kehati-hatian masyarakat. Menghindari pembakaran sampah, tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan segera melaporkan titik api merupakan langkah yang dapat membantu mengurangi risiko kebakaran meluas.

Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), laporan perkembangan situasi dan penanganan bencana per 25 Oktober 2026.

Jurnalis: Redho Fitriyadi

Editor: Supriadi Buraerah

BERITA TERKINI EDITORIAL