JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengangkat isu state capture corruption dalam tata kelola sumber daya alam melalui tema pada program Ruang Literasi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (22/10/2026), pukul 10.00–12.00 WIB, secara daring melalui Zoom.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengangkat persoalan korupsi yang berkaitan dengan pengaruh kepentingan tertentu terhadap kebijakan dan pengambilan keputusan publik dalam pengelolaan sumber daya alam.

“Program Ruang Literasi ini menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai state capture corruption dan pentingnya tata kelola sumber daya alam yang transparan serta akuntabel,” jelasnya.

Secara konseptual, state capture corruption menggambarkan kondisi ketika kepentingan tertentu memengaruhi pembentukan kebijakan, regulasi, atau keputusan negara demi memperoleh keuntungan tertentu. Praktik semacam ini berpotensi menggeser orientasi kebijakan publik dari kepentingan masyarakat menuju kepentingan kelompok tertentu.

Dalam pengelolaan sumber daya alam, persoalan tersebut berkaitan dengan integritas kebijakan, transparansi, dan akuntabilitas. Karena itu, pemahaman mengenai pola korupsi di tingkat kebijakan menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat tata kelola yang berlandaskan hukum dan kepentingan publik.

Kegiatan Ruang Literasi menghadirkan Riki B. Maghaz, Jaksa KPK; Farid Gaban, wartawan dan penulis; serta Feri Amsari, pakar hukum tata negara. Sarah Azzahwa bertindak sebagai moderator.

Forum ini membuka ruang pembahasan dari perspektif penegakan hukum, jurnalistik, dan hukum tata negara. Ketiga sudut pandang tersebut relevan untuk memperkaya pemahaman mengenai tantangan pemberantasan korupsi dalam pengelolaan sumber daya alam.

Kegiatan ini akan melibatkan peserta hingga 500 orang. Adanya Ruang Literasi KPK, masyarakat diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai korupsi yang memengaruhi kebijakan publik serta memahami pentingnya tata kelola sumber daya alam yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Tim InsertRakyat.com

BERITA TERKINI EDITORIAL