INSERTRAKYAT.COM—Literasi Keuangan ASN dimanfaatkan oleh Kementerian Keuangan untuk menawarkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri SBR015T2 dan SBR015T4 dengan kupon mengambang minimal masing-masing 6,75 persen dan 6,85 persen per tahun.
Kemenkeu menyosialisasikan SBR015 kepada aparatur sipil negara (ASN) dan perwakilan instansi pemerintah di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk memperkenalkan instrumen pembiayaan negara.
Kegiatan edukasi literasi keuangan dan sosialisasi SBR015 itu berlangsung di Aula Rongkong, Gedung Keuangan Negara (GKN) II Makassar, pada 19 Oktober 2026. Direktorat Surat Utang Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), bekerja sama dengan Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Sekitar 150 peserta mengikuti ( Literasi keuangan ASN ) acara secara langsung. Peserta berasal dari unit vertikal Kementerian Keuangan di Makassar dan sekitarnya, satuan kerja kementerian/lembaga mitra KPPN Makassar, instansi pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pentingnya Literasi Keuangan: Kemenkeu Ingatkan Risiko Pinjaman Online Ilegal
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan sekaligus Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan, Martha Octavia, menyoroti kesenjangan antara inklusi keuangan dan literasi keuangan.
Menurut Martha, kondisi tersebut dapat membuat masyarakat terjerat pinjaman online ilegal, judi online, maupun investasi bodong. Karena itu, ia mengajak ASN Kementerian Keuangan berperan sebagai duta literasi keuangan di lingkungan keluarga dan tempat kerja.
Martha juga mengangkat falsafah Bugis-Makassar, yakni sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan ajakannya agar para ASN saling menghormati, mengingatkan, dan menghargai, termasuk ketika mengambil keputusan keuangan.
Ia kemudian membuka secara resmi kegiatan edukasi literasi keuangan dan sosialisasi SBR015 tersebut.
Surat Berharga Negara Menjadi Salah Satu Sumber Pembiayaan APBN
Dalam pidato utama, Kepala Subdirektorat Program dan Manajemen Pengetahuan Direktorat Surat Utang Negara, Arif Prabowo Sulistiono, memaparkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan.
Arif menjelaskan bahwa pemerintah memenuhi defisit anggaran melalui pembiayaan, antara lain dengan menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN). Instrumen tersebut menjadi salah satu sarana pemerintah memperoleh pembiayaan untuk menjalankan program dan menjaga kesinambungan pembangunan.
“Utang merupakan alat, bukan tujuan,” ujar Arif dalam pemaparannya.
Arif menyatakan bahwa pemerintah menggunakan pembiayaan melalui utang untuk mempercepat pelaksanaan kebutuhan mendesak, menjaga kesinambungan pembangunan, dan membagi beban secara adil antargenerasi.
Arif juga menyampaikan bahwa pemerintah mengelola utang secara hati-hati atau prudent. Dalam siaran persnya, Kementerian Keuangan menyebut rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia relatif rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan dan negara berkembang lainnya.
SBR015 Menawarkan Kupon Bulanan dan Pemesanan Mulai Rp1 Juta
Materi sosialisasi disampaikan oleh Rena Mustika Tresna, Analis Keuangan Negara Ahli Muda Direktorat Surat Utang Negara. Sesi tersebut dipandu Renaldo Christian Gideon, yang juga menjabat sebagai Analis Keuangan Negara Ahli Muda di direktorat yang sama.















































