Berikut rincian ketentuannya.

KetentuanSBR015T2SBR015T4
Kupon minimal6,75% per tahun6,85% per tahun
Jenis kuponMengambang dengan batas minimalMengambang dengan batas minimal
Minimum pemesananRp1 jutaRp1 juta
Maksimum pemesananRp5 miliarRp10 miliar
Jatuh tempo10 Oktober 202810 Oktober 2030
Pembayaran kuponSetiap tanggal 10Setiap tanggal 10
Kupon pertama10 Desember 202610 Desember 2026

Kedua seri tersebut merupakan obligasi negara tanpa warkat. Investor tidak dapat memperdagangkan instrumen ini di pasar sekunder atau mencairkannya sebelum jatuh tempo, kecuali melalui fasilitas early redemption sesuai periode dan persyaratan yang ditetapkan.

Berdasarkan jadwal dalam siaran pers, masa penawaran SBR015 dibuka pada 28 September 2026 pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB. Penetapan hasil penjualan dijadwalkan pada 26 Oktober 2026, sedangkan setelmen pada 28 Oktober 2026.

Jadwal Early Redemption dan Cara Pemesanan

Fasilitas early redemption memungkinkan investor mengajukan pencairan sebagian kepemilikan sebelum jatuh tempo, dengan batas maksimal 50 persen sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk SBR015T2, periode pengajuan dijadwalkan mulai 27 Oktober 2027 pukul 09.00 WIB hingga 4 November 2027 pukul 15.00 WIB.

Sementara itu, periode early redemption SBR015T4 dijadwalkan mulai 30 Oktober 2028 pukul 09.00 WIB hingga 6 November 2028 pukul 15.00 WIB.

Calon investor dapat memesan kedua seri tersebut melalui sistem elektronik pada 29 mitra distribusi yang telah ditetapkan. Mitra tersebut terdiri atas 18 bank umum, tujuh perusahaan efek, dan empat perusahaan teknologi finansial yang bertindak sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Proses pemesanan meliputi empat tahap, yakni registrasi, pemesanan, pembayaran, serta setelmen atau konfirmasi.

Sebelum membeli, calon investor diharapkan membaca Memorandum Informasi SBR015 untuk memahami seluruh ketentuan, karakteristik produk, dan mekanisme investasinya. Dokumen tersebut dapat diakses melalui laman resmi Kementerian Keuangan di www.kemenkeu.go.id/sbr.

Kemenkeu Dorong Literasi Keuangan yang Berkelanjutan

Melalui kegiatan di Makassar, Kementerian Keuangan berharap pemahaman ASN dan masyarakat mengenai pengelolaan keuangan semakin meningkat. Edukasi ini juga diarahkan untuk membentuk perilaku finansial yang bijak dan berkelanjutan.

Literasi keuangan ASN…..

BERITA TERKINI EDITORIAL