INSERTRAKYAT.COM, — Rasa aman saat beribadah menjadi bagian penting dari toleransi beragama. Masyarakat dapat merawat kerukunan dengan saling menghormati, membuka komunikasi, dan saling mendengarkan antar sesama.
Pesan tersebut mengiringi kegiatan Silaturahmi Kamtibmas melalui program Minggu Kasih di Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI), Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Biringere, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Minggu (25/10/2026).
Wakapolres Sinjai Kompol Sahabuddin, S.E., M.A.P., memimpin kegiatan bersama KBO Sat Intelkam Polres Sinjai Iptu Agus Santoso, S.H. Pendeta GPDI Sinjai Jonhi Toar, pengurus gereja, dan jemaat menyambut kedatangan mereka.
Dalam dialog (toleransi beragama) tersebut, Sahabuddin mengajak masyarakat menjaga komunikasi dengan kepolisian tanpa membedakan agama maupun tempat ibadah. Ia juga memaparkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Sinjai.
Sahabuddin menyebut Polres Sinjai meningkatkan penegakan hukum terhadap peredaran narkoba selama tiga minggu terakhir. Ia juga mengajak pengurus gereja dan jemaat menyampaikan aspirasi, keluhan keamanan, serta kendala fasilitas rumah ibadah.
Pendeta Jonhi Toar mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran polisi memberi rasa aman dan nyaman kepada jemaat saat beribadah.
Kegiatan berlangsung pukul 09.30 hingga 10.10 WITA. Peserta mengikuti dialog interaktif sebelum menutup pertemuan dengan foto bersama.
Kerukunan membutuhkan tindakan yang dapat dirasakan masyarakat. Mendengarkan keluhan, menghormati ibadah, dan menanggapi persoalan secara adil membantu menjaga kepercayaan di tengah perbedaan. **
Editor: Supriadi Buraerah


















































