“TR Fahsul Falah dan Dinamika Labuhanhaji Timur di Tengah Konflik Aceh. 

Tahun 2003 menjadi titik penting dalam perjalanan birokrasi TR Fahsul Falah. Setelah menjalankan tugas sebagai Kasubbid Formasi pada Badan Kepegawaian Daerah Aceh Selatan, ia dipercaya memimpin Kecamatan Labuhanhaji Timur sebagai camat untuk periode 2003–2005.

Labuhanhaji Timur bukan sekadar nama dalam perjalanan penugasannya. Kecamatan ini merupakan salah satu wilayah administratif di Kabupaten Aceh Selatan yang pembentukannya ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Aceh Selatan Nomor 2 Tahun 2002. Pengaturan mengenai kecamatan tersebut kemudian mengalami perubahan melalui Qanun Kabupaten Aceh Selatan Nomor 7 Tahun 2005.

Di tengah kehidupan masyarakat Labuhanhaji Timur, pemerintahan berjalan berdampingan dengan tradisi sosial dan budaya masyarakat pesisir Aceh Selatan. Kehidupan sehari-hari juga lekat dengan kuliner khas daerah yang menjadi bagian dari identitas masyarakat. Masakan berbahan ikan dan hasil laut, kuah khas Aceh, serta berbagai hidangan tradisional yang berkembang di kawasan Aceh Selatan menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang ditemui dalam lingkungan sosial pemerintahan kecamatan.

Baca Juga: Jusuf Kalla Negarawan Cerdik Merawat Perdamaian

Kedekatan dengan wilayah pesisir membuat ikan dan hasil laut memiliki tempat penting dalam tradisi kuliner setempat. Hidangan seperti ikan kayu dan berbagai masakan ikan berbumbu khas Aceh dikenal dalam khazanah kuliner Aceh Selatan. Makanan tidak hanya hadir sebagai kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari ruang perjumpaan sosial masyarakat, termasuk dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Tugas TR sebagai camat berlangsung dalam situasi keamanan Aceh yang masih berada dalam pusaran konflik. Dalam wawancara dengan Insertrakyat.com di Cafe Bang Jony Jakarta pada Mei 2026. TR mengenang masa pengabdiannya sebagai Camat Labuhanhaji Timur sebagai periode yang diwarnai kondisi keamanan berat. Ia menyebut dua kepala desa di wilayah kerjanya meninggal akibat penembakan. Kala itu situasi sangat mencekam. “Sekarang sudah Damai berkat kita semua, termasuk Jusuf Kalla tokoh perdamaian,” ucapnya.

Labuhanhaji Timur pada masa TR (itu;) juga memperlihatkan wajah masyarakat Aceh Selatan yang tetap mempertahankan kehidupan sosial dan kebudayaannya. Tradisi masyarakat, hubungan antarkampung, aktivitas ekonomi, serta kuliner lokal tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari meskipun kondisi keamanan memberikan tekanan terhadap aktivitas masyarakat.

Periode kepemimpinan TR di Labuhanhaji Timur beririsan dengan fase penting perubahan sejarah Aceh. Pada 15 Agustus 2005, Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka menandatangani Memorandum of Understanding Helsinki yang menjadi salah satu landasan utama proses perdamaian setelah konflik berkepanjangan.

Pengalaman selama bertugas di Labuhanhaji Timur kemudian menjadi bagian dari cerita TR mengenai perjalanan Aceh menuju perdamaian. Dalam keterangannya, ia mengaitkan pengalaman tersebut dengan keinginannya menyampaikan penghargaan kepada Jusuf Kalla, salah satu tokoh yang berperan dalam proses perdamaian Aceh. “Beliau (JK) singkatan Jusuf Kalla Wakil Presiden dua periode (tokoh panutan)” ulang TR.

Masa tugas sebagai camat TR, ( kata nya-red) berakhir ketika perjalanan karier TR kembali memasuki lingkungan Badan Kepegawaian Daerah Aceh Selatan. Pada 2005, ia dipercaya menduduki jabatan Kepala Bidang Informasi Data dan menjalankan tugas tersebut hingga 2008.

Perpindahan dari pemerintahan kewilayahan menuju bidang informasi data memperlihatkan perubahan ruang kerja dalam perjalanan birokrasi TR. Jika sebelumnya ia berhadapan langsung dengan masyarakat dan dinamika pemerintahan kecamatan, tugas berikutnya membawa dirinya lebih dekat dengan administrasi, informasi, serta pengelolaan data pemerintahan.

Rentang 2003–2005 dengan demikian menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan TR Fahsul Falah. Labuhanhaji Timur mempertemukan tugas birokrasi, kehidupan masyarakat, tradisi lokal, serta situasi keamanan Aceh yang sedang mengalami perubahan besar. Dari wilayah itulah perjalanan kariernya kemudian berlanjut menuju bidang administrasi kepegawaian dan informasi data di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.

Jurnalis: Mhd Iqbal
Editor : Supriadi Buraerah

InsertRakyat.com di WhatsApp
Ikuti berita terbaru langsung melalui WhatsApp.
TR Fahsul Falah — InsertRakyat.com
Memuat berita...