JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM — Sepuluh angka dari tujuh bidang pembangunan menjadi pokok penjelasan Dr. Teuku Raja Fahsul Falah, S.Sos., M.Si., ketika ditanya tentang capaian dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam percakapan bersama wartawan InsertRakyat.com di Jakarta, Rabu (4/11/2026), ia menguraikan data yang mencakup pendidikan, pemenuhan gizi, ekonomi desa, infrastruktur, perikanan, kesehatan, hingga energi.
Percakapan itu berlangsung pada pukul 07.32 WIB, di tengah kesibukan pagi. TR Fahsul Falah menyampaikan bahwa dirinya sedang terburu-buru menuju kantor. Namun, ia tetap memberi kesempatan untuk melanjutkan pembahasan.
“Baik, bisa sebentar setelah jam istirahat. Saya sebenarnya lagi buru-buru ke kantor,” ucap TR Fahsul Falah. Setelah mendengar pertanyaan lanjutan dari InsertRakyat.com, ia kemudian bersedia memberikan penjelasan. “Baik, saya jelaskan secara singkat, yah,” tuturnya.
Penjelasan tersebut merujuk pada rekap nasional per 28 Oktober 2026 yang bersumber dari data sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Pada sektor pendidikan, revitalisasi 39.293 satuan pendidikan tingkat SD, SMP, dan SMA tercatat telah selesai.
Selain revitalisasi, sebanyak 182 Sekolah Rakyat, 51 Sekolah Garuda, dan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi telah beroperasi. Jumlah Sekolah Garuda tersebut termasuk Sekolah Garuda Transformasi.
Dari pendidikan, pembahasan berlanjut pada pemenuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Data yang dipaparkan mencatat jumlah penerima program tersebut mencapai 58.086.605 orang.
Pada sektor ekonomi desa dan kelurahan, sebanyak 83.762 Koperasi Desa/Kelurahan tercatat telah terbentuk. Angka ini menjadi bagian dari data program pengembangan kelembagaan ekonomi berbasis wilayah yang turut dijelaskan TR Fahsul Falah.
Pembangunan infrastruktur tercatat melalui penyelesaian 2.872 Jembatan Desa Garuda. Sementara itu, di kawasan pesisir, sebanyak 100 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih telah beroperasi sebagai bagian dari program sektor perikanan.
Bidang kesehatan masuk dalam paparan melalui pembangunan 22 rumah sakit umum daerah (RSUD) baru. Adapun pada sektor energi, pemerintah mengalokasikan subsidi dan kompensasi sebesar Rp338,10 triliun pada 2026.
Kesepuluh indikator tersebut mencakup program pemerintah dalam berbagai bidang. Revitalisasi dan pengoperasian sekolah tercatat pada sektor pendidikan, jumlah penerima MBG pada pemenuhan gizi, sedangkan pembentukan koperasi masuk dalam pengembangan ekonomi desa dan kelurahan.
Penyelesaian jembatan berkaitan dengan konektivitas wilayah. Operasional Kampung Nelayan Merah Putih tercatat pada sektor perikanan, pembangunan RSUD pada bidang kesehatan, sementara subsidi dan kompensasi menjadi bagian dari alokasi dukungan pemerintah di sektor energi.
Dalam wawancara tersebut, TR Fahsul Falah menguraikan data lintas sektor yang telah dikemukakan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Seluruh angka merujuk pada rekap nasional hingga 28 Oktober 2026 dan mencakup program pendidikan, pemenuhan gizi, ekonomi desa, infrastruktur, perikanan, kesehatan, serta energi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Percakapan yang bermula dari pertanyaan tentang capaian pemerintahan itu membawa pembahasan pada sepuluh indikator pembangunan. TR Fahsul Falah memaparkan angka-angka tersebut secara singkat di tengah kesibukannya menuju kantor Kementerian Dalam Negeri.
(Tim InsertRakyat.com).




























































