BULUKUMBA, INSERTRAKYAT.COM,— Sebelum wajah-wajah itu terlihat, telinga lebih dahulu menangkap kedatangan mereka. Deru mesin merambat dari kejauhan, berlapis-lapis, membentuk irama yang akrab bagi telinga para pencinta roda dua. Ada dentuman knalpot yang berat, raungan mesin yang mengisi udara, lalu bunyi roda yang terus menggilas aspal dan bebatuan yang tak terhitung jumlahnya. Semakin dekat, semakin ramai. Jalan seakan memiliki denyut sendiri, dengan setiap motor membawa nada dan karakter berbeda.
Di antara kilau tangki, lekuk bodi, helm, jaket, dan atribut klub, ada satu pemandangan yang selalu menarik: manusia di balik stang. Mereka datang dengan gaya berkendara, selera modifikasi, karakter mesin, dan kisah perjalanan yang tidak seragam. Ada penyuka motor klasik, penggemar custom scene, pemburu rute panjang, penikmat cruising, hingga mereka yang merasa akhir pekan belum lengkap tanpa rolling bersama kawan seperjalanan.
Dunia otomotif memang punya daya pikat yang khas. Sebuah motor bisa membuat seseorang jatuh hati pada desainnya, terpikat oleh karakter mesinnya, atau penasaran pada sensasi ketika putaran mesin mulai naik. Namun, di lingkungan klub, kegemaran itu berkembang menjadi sesuatu yang lebih luas. Bengkel menjadi ruang bertukar pengetahuan, jalan raya menjadi tempat menguji kesabaran, dan pit stop menjadi bagian dari wadah untuk berbagi cerita.
Ada pula sisi yang jarang tercatat lensa kamera. Ketika rombongan melaju, perhatian tidak hanya tertuju pada motor paling depan. Barisan belakang juga harus terjaga. Ketika satu kendaraan mengalami kendala, perjalanan bisa berhenti sejenak. Kawan-kawan turun tangan, membuka perkakas, memeriksa bagian yang bermasalah, lalu memastikan perjalanan dapat dilanjutkan. Kadang yang paling lama diingat justru bukan kecepatan saat melaju, melainkan kesediaan seseorang menunggu ketika kawan tertinggal.
Komunitas motor, dengan demikian, ibarat sebuah mesin besar yang dirakit dari banyak karakter. Ada penggerak, pengatur ritme, penjaga barisan, penghubung antarklub, dan penghidup suasana. Tidak semua harus berada di posisi terdepan. Setiap orang punya kontribusi, bahkan mereka yang paling sering melontarkan lelucon saat rombongan beristirahat. Sebab, perjalanan jauh tanpa tawa bisa terasa lebih panjang daripada jarak di odometer.
Mengapa demikian? Sebab, sebuah klub motor tidak hanya dibangun dari kesamaan hobi, tetapi juga dari pengalaman yang dibagi bersama. Panas jalanan, hujan yang datang tiba-tiba, ban bocor di tengah perjalanan, mesin yang mendadak bermasalah, hingga tawa ketika rombongan akhirnya tiba di tujuan menjadi bagian dari cerita kolektif. Pengalaman (demikian) itu perlahan membangun kepercayaan. Orang yang semula hanya dikenal dari nama klub, lama-kelamaan menjadi saudara seperjalanan.
Di dalam kultur riding, persaudaraan tumbuh melalui banyak hal sederhana: saling menyapa, berbagi rute, bertukar pengalaman, membantu saat kendaraan bermasalah, hingga memastikan setiap anggota tiba dengan selamat. Atribut klub boleh menjadi identitas, tetapi sikap di jalan dan kepedulian terhadap sesama menjadi bagian dari karakter komunitas.

Semangat itu mendapat ruang perayaan dalam Anniversary 1 Dekade CB Tanete, yang dirangkaikan dengan Celebes Brotherhood (Celbro) Party 4. Selama 31 Oktober hingga 1 November 2026, kawasan Kebun Karet milik PT London Sumatra (Lonsum), Kelurahan Jawi-Jawi, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menjadi titik temu ribuan bikers.
Peserta datang dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi. Sejumlah pengendara bahkan menempuh perjalanan dari Pulau Jawa. Jarak yang memisahkan daerah asal seolah mencair ketika mereka bertemu di satu arena. Beragam motor, atribut, gaya modifikasi, dan identitas klub berpadu dalam satu perhelatan.
Selama dua hari, suasana gathering diisi hiburan, perjumpaan antarkomunitas, serta pembagian doorprize. Ada yang larut dalam suasana panggung, ada yang sibuk mengabadikan momen, dan ada pula yang memanfaatkan kesempatan untuk bertemu kawan lama. Di sela-sela keramaian, obrolan tentang motor dan perjalanan tentu punya tempat sendiri. Sementara itu, pengundian hadiah menghadirkan ketegangan kecil; nomor siapa yang akan dipanggil, dan siapa yang pulang dengan kejutan?
Haryanto alias Hatta dari Club Tiba-Tiba Gas menjadi salah satu peserta yang beruntung mendapatkan doorprize. Ia mengapresiasi kemeriahan acara dan sambutan dari keluarga besar CB Tanete.
“CB Tanete luar biasa. Doorprize dan acaranya begitu megah untuk teman-teman bikers. Terima kasih yang tak terhingga untuk saudara-saudara kami di Tanete,” ujar Hatta.
Ketua Umum CB Tanete, Andi Fajar A. Yusuf, turut menyampaikan selamat kepada seluruh pemenang. Ia berharap hadiah yang diperoleh dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi kenangan dari perayaan satu dekade tersebut.
“Selamat kepada seluruh pemenang doorprize. Semoga hadiah yang diperoleh dapat bermanfaat dan menjadi kenangan indah dari Anniversary 1 Dekade CB Tanete yang dirangkaikan dengan Celebes Brotherhood Party 4 ini,” kata Fajar.
Fajar juga menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan merupakan hasil kolaborasi panitia, komunitas bikers, sponsor, pemerintah setempat, dan seluruh peserta. Dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menyukseskan pertemuan berskala besar tersebut.

Ketua Panitia, Muhammad Said Mattoreang, yang akrab disapa Mas Said oleh InsertRakyat.com, menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan ini. Kesuksesan Anniversary 1 Dekade CB Tanete dan Celebes Brotherhood Party 4 adalah keberhasilan kita bersama,” ujar Mas Said.
Sepuluh tahun CB Tanete kini dirayakan bersama ribuan bikers di Bulukumba. Dua hari penuh perjumpaan telah berlalu, tetapi cerita perjalanan akan terus dibawa pulang. Sebab, dalam dunia roda dua, mesin boleh kembali dingin setelah perjalanan, tetapi semangat brotherhood tak harus ikut berhenti. Bukan begitu Mas Said. Ada juga hal lain tapi itu nanti baru diceritakan, sebab dunia ini bukan hanya milik hobby tetapi ada juga ruang rasa ingin tahu sedalam apa arti “Penasaran”. Yang pasti CB Tanete sukses selalu.
Jurnalis : Wahyu
Editor: Supriadi Buraerah

























































