CILACAP, INSERTRAKYAT.com — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Cilacap, Jawa Tengah, mengolah potensi lokal menjadi sumber penghasilan. Mereka mengembangkan lidah buaya menjadi minuman dan puding, mengolah rajungan soka, serta memanfaatkan galon bekas sebagai wadah tambahan budidaya.

Ragam usaha tersebut menjadi perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat bertemu dengan pelaku UMKM di Gedung Patra Graha, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit IV Cilacap, Senin. Dalam pertemuan itu, Gibran meminta Pertamina melanjutkan pendampingan agar pelaku usaha dapat mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Salah satu pelaku usaha yang mendapat pendampingan ialah Novi Haryani dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Lestari. Ia bersama kelompoknya mengolah lidah buaya menjadi minuman dan puding bernama Nata de Vera. Pengembangan produk tersebut menunjukkan cara pelaku UMKM memanfaatkan tanaman lokal menjadi olahan pangan yang memiliki nilai jual.

Potensi lokal lainnya berasal dari hasil laut. Nunung telah menjalankan budidaya dan pengolahan rajungan soka selama empat tahun. Untuk mendukung kegiatan budidaya, ia memanfaatkan galon bekas sebagai wadah tambahan. Ia juga mengembangkan wisata kuliner hasil laut di kawasan Kutawaru.

Usaha Nunung tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menarik pengunjung dari Bandung, Semarang, Tasikmalaya, dan Pangandaran. Kehadiran wisatawan membuka ruang bagi kegiatan ekonomi lain di sekitar lokasi, sekaligus memperluas peluang pemasaran produknya.

Pengalaman para pelaku usaha tersebut menjadi salah satu alasan (idealnya) pendampingan yang berkelanjutan. Gibran meminta Pertamina membantu UMKM mengembangkan rencana bisnis agar usaha mereka memiliki arah pertumbuhan yang lebih terukur. Ia juga menyebut peluang bantuan pemerintah melalui bantuan masyarakat (Banmas) dapat dibahas setelah pelaku usaha menyiapkan rencana bisnis.

Adanya pendampingan yang tepat, kreativitas mengolah lidah buaya, hasil laut, maupun bahan bekas dapat berkembang menjadi usaha yang lebih aktif. Potensi lokal pun tidak berhenti sebagai bahan yang tersedia di sekitar masyarakat, tetapi dapat menjadi sumber penghasilan dan membuka peluang ekonomi baru.

Jurnalis: Redho Fitriyadi

Editor: Supriadi Buraerah

BERITA TERKINI EDITORIAL