SINJAI, INSERTRAKYAT.com — Mengenali penyakit lebih awal memberi masyarakat peluang mendapat penanganan medis lebih cepat. Di Kabupaten Sinjai, upaya itu menyasar 64 desa melalui pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) dan penelusuran kasus tuberkulosis (TB). Sebenarnya agenda seperti ini bukan kali pertama dilakukan Pemda Sinjai.

Kendati demikian, melalui Dinas Kesehatan Sinjai, pemda mengintensifkan layanan tersebut melalui program ANDALAN SEHATI. Pada Selasa (27/10/2026), petugas menggelar pemeriksaan di Gedung Serbaguna Kantor Desa Lamatti Riaja, Kecamatan Bulupoddo.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pencanangan Rekor MURI untuk pemberian obat pencegahan kusta atau kemoprofilaksis. Petugas turut menelusuri kasus TB guna menemukan warga yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan.

Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, memantau langsung kegiatan tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Kahar Anies, dan Camat Bulupoddo, Ridwan Palo, mendampinginya.

Kahar mengatakan, layanan CKG dan penelusuran TB akan berlanjut ke seluruh desa di Kabupaten Sinjai. Dinas Kesehatan menargetkan pemeriksaan terhadap 100 warga di setiap desa.

“Tracing dan CKG tidak berhenti hari ini, tapi berlanjut ke 64 desa. Target per desa 100 orang warga,” kata Kahar.

Target itu berarti layanan direncanakan menjangkau sedikitnya 6.400 pemeriksaan warga jika seluruh sasaran terpenuhi. Cakupan tersebut membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk mengenali risiko kesehatan tanpa menunggu gejala berkembang.

Ratnawati mengajak warga memanfaatkan layanan gratis tersebut. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu tenaga kesehatan mengenali indikasi gangguan kesehatan dan menentukan tindak lanjut yang sesuai.

“Dengan pemeriksaan ini, masyarakat Sinjai dapat terhindar dari berbagai penyakit karena penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Sinjai dan Puskesmas Bulupoddo terlibat aktif dalam kegiatan itu. Perluasan CKG, penelusuran TB, dan pencegahan kusta menjadi bagian dari upaya menemukan risiko penyakit lebih awal.

Lantas!

Di mata publik dan warga, manfaat program ini bergantung pada partisipasi masyarakat dan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Deteksi dini bukan sekadar mencatat kondisi kesehatan, tetapi membuka jalan menuju penanganan yang lebih cepat dan tepat.

( Supriadi Buraerah) 

BERITA TERKINI EDITORIAL