BUKITTINGGI, INSERTRAKYAT.COM,- Setiap anak yang bernafas membawa kemampuan yang tumbuh dengan cara berbeda. Ada yang gemar menekuni angka, menyukai bacaan, tertarik pada ilmu pengetahuan, memiliki kepekaan seni, atau menemukan kegembiraan ketika tampil di hadapan orang banyak. Keragaman itu merupakan kekayaan manusia yang membutuhkan ruang untuk dikenali, diasah, dan dikembangkan.

Dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam merawat kekayaan tersebut. Sebab, Sekolah menjadi tempat bertemunya pengetahuan, pembentukan karakter, pengalaman sosial, dan penemuan bakat. Di sana, seorang anak belajar membaca kehidupan, menyusun pemikiran, mengasah keberanian, serta memahami bahwa setiap kemampuan membutuhkan ketekunan untuk tumbuh.

Khazanah pedagogi, psikologi perkembangan, dan ilmu pendidikan memberikan perhatian besar terhadap hubungan antara pengetahuan dan potensi manusia. Daya nalar tumbuh melalui proses belajar, kreativitas berkembang ketika seseorang memperoleh kesempatan mencoba, sedangkan kecakapan sosial terbentuk melalui interaksi dan pengalaman. Pendidikan yang baik memberi tempat bagi seluruh proses tersebut.

Selain di tanah air, perjalanan pendidikan di berbagai negara menghadirkan kisah pelajar sekolah menengah yang mampu menghasilkan karya, melalui bakat dan meraih penghargaan internasional. Di (misalnya) Amerika Serikat, Benjamin Davis, siswa Bishop Feehan High School di Massachusetts, meraih Regeneron Young Scientist Award 2025 melalui penelitian mengenai pengolahan limbah plastik dari proses pencetakan tiga dimensi agar material tersebut dapat digunakan kembali. Karyanya diabadikan pada Society for Science melalui penyelenggaraan Regeneron International Science and Engineering Fair (ISEF) 2025.

Terus (di) Tiongkok, Liu Mohan, siswa Changsha Changjun High School, memperoleh medali emas pada Olimpiade Kimia Internasional ke-57 tahun 2025 di Dubai. Laporan resmi Pemerintah Provinsi Hunan berjudul Hunan Senior High School Student Wins Gold at International Chemistry Olympiad, terbit pada 16 Juli 2025, menyebutkan bahwa kompetisi tersebut diikuti 354 peserta dari 92 negara dan kawasan. Para peserta menjalani ujian teori selama lima jam dan ujian praktik dengan durasi yang sama.

Thailand juga memiliki kisah prestasi dari lingkungan pendidikan menengah. Thanat Chaimongkon, siswa Princess Chulabhorn Science High School Chiang Rai, memperoleh penghargaan keempat dalam kategori kimia pada Regeneron ISEF 2025. Ia mengembangkan penelitian sensor molekuler menggunakan pewarna kurkumin dari tanaman kunyit untuk mendeteksi senyawa aldehida rantai panjang yang berkaitan dengan biomarker kanker paru-paru. Dapat dilihat pada society for Science mengenai penerima penghargaan Regeneron ISEF 2025.

Sementara di Indonesia, landasan konstitusional untuk mengembangkan kemampuan warga negara telah tercantum dalam Pasal 28C ayat (1) dan Pasal 31 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 12 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional juga memberikan hak kepada setiap peserta didik untuk memperoleh pelayanan pendidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuannya.

Ketentuan tersebut mengandung amanat penting bagi penyelenggara pendidikan. (Mengapa demikian)/?. Setiap sekolah perlu mengenali keragaman kemampuan peserta didik melalui pembelajaran, pendampingan, kegiatan pengembangan diri, dan pemberian kesempatan berkompetisi. Anak yang unggul dalam bidang akademik membutuhkan ruang penelitian, sementara mereka yang memiliki bakat seni, olahraga, komunikasi, atau keterampilan kreatif membutuhkan pembinaan yang sesuai.

Kecerdasan manusia memiliki banyak corak. Kemampuan linguistik, logika-matematika, musikal, kinestetik, visual-spasial, interpersonal, dan intrapersonal merupakan bagian dari pembahasan mengenai kecerdasan majemuk. Keragaman tersebut mengajak dunia pendidikan untuk melihat peserta didik secara utuh, mengenali kecenderungan kemampuan mereka, serta memberi kesempatan agar setiap bakat memperoleh tempat untuk berkembang.

Masa ajang bakat (remaja) merupakan tangga pembentukan identitas diri kaum pelajar. Dimana, pada usia ini, seseorang mulai mengenali kekuatan dan kekurangannya, membangun kemandirian, mengembangkan kepercayaan diri, serta belajar memahami lingkungan sosial. Pengalaman yang diperoleh dapat membentuk cara remaja mengambil keputusan dan menentukan arah pengembangan dirinya sesuai dengan bakat masing-masing. Di sini juga diperlukan adanya dukungan dari dua arah, baik dalam lingkungan sekolah dan keluarga.

Kegiatan di luar pembelajaran formal turut memberi warna dalam proses pertumbuhan dimaksud (tersebut) . Organisasi melatih kepemimpinan dan tanggung jawab. Olahraga membangun kedisiplinan serta ketahanan. Seni mengasah kepekaan dan imajinasi, sedangkan kompetisi memberi pengalaman menghadapi tantangan, penilaian, dan tuntutan untuk tampil dengan kemampuan terbaik.

Dalam dunia pendidikan, (pengalaman semacam itu, -red) dikenal sebagai experiential learning atau pembelajaran melalui pengalaman. Pengetahuan yang diperoleh di ruang kelas bertemu dengan praktik kehidupan. Remaja belajar berkomunikasi, bekerja sama, mengelola emosi, menerima masukan, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Di tengah perjalanan pengembangan diri tersebut, nama Haura Isra Fitriani menjadi salah satu perhatian dari Sumatera Barat. Pelajar berusia 17 tahun dari SMAN 2 Bukittinggi itu terpilih mewakili daerahnya dalam ajang Miss Teenager Muslimah Indonesia 2026.

Haura lahir pada 6 Desember 2008. Saat ini, ia menjalani tahap prakarantina sebelum mengikuti grand final yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada 16 November 2026. Kesempatan tersebut hadir setelah Haura melewati sejumlah kegiatan dan pengalaman yang membentuk perjalanan dirinya sejak 2025.

Perjalanan Haura di bidang modeling berawal dari seleksi Duta Pelajar Rabbani pada 2025. Ia mengikuti penyaringan daring, seleksi langsung, semifinal, hingga grand final di Bandung. Dari rangkaian tersebut, Haura terpilih sebagai Brand Ambassador Rabbani 2025.

Pengalaman itu menjadi pintu masuk dan sekaligus karpet merah prestasi, untuk mengenal dunia modeling dan fesyen secara lebih luas. Haura kemudian bergabung dengan Ganevo Management guna mengembangkan keterampilan serta memperoleh pengalaman dalam lingkungan profesional.

Pada awal 2026, agensi memilih Haura untuk mewakili Sumatera Barat dalam pameran pernikahan internasional di Singapura. Kegiatan tersebut memberinya kesempatan mengenal lingkungan fesyen yang lebih luas dan berinteraksi dalam kegiatan berskala internasional.

Modeling memiliki hubungan erat dengan seni ekspresi dan komunikasi visual. Penampilan, bahasa tubuh, ekspresi wajah, sikap, serta kedisiplinan menjadi bagian dari keterampilan yang perlu dilatih. Seseorang yang tampil di hadapan publik juga membutuhkan kesiapan mental, kemampuan memahami arahan, dan ketepatan membawa diri.

Pengalaman Haura berkembang melalui sejumlah kegiatan kreatif lainnya. Ia pernah menjadi pembawa acara pada grand final Duta Pelajar Rabbani 2026, terlibat dalam kolaborasi dengan Gojek, menjadi model rias, serta mengikuti produksi video musik.

Menjadi pembawa acara membutuhkan kecakapan berbicara, penguasaan suasana, dan kemampuan membangun komunikasi dengan audiens. Keterlibatan dalam produksi video musik menuntut kreativitas, koordinasi, serta kerja sama. Sementara itu, kegiatan modeling dan rias berkaitan dengan estetika, ekspresi visual, dan pemahaman terhadap karakter penampilan.

Beragam pengalaman tersebut memberi kesempatan kepada Haura untuk mengembangkan soft skills, seperti komunikasi, adaptasi, kedisiplinan, dan kerja tim. Kecakapan semacam ini memiliki nilai penting dalam kehidupan pendidikan, pergaulan sosial, serta dunia profesional.

Pada 18 Juni 2026, Haura diumumkan sebagai perwakilan Sumatera Barat untuk Miss Teenager Muslimah Indonesia 2026 setelah melalui proses seleksi agensi. Penetapan tersebut membuka kesempatan baru dalam perjalanan yang telah dibangunnya melalui berbagai pengalaman sejak tahun sebelumnya.

Sekolah memiliki tugas penting dalam membangun lingkungan yang menghargai kemampuan peserta didik. Suasana belajar yang sehat memberi ruang bagi siswa untuk bertanya, menyampaikan pendapat, mengembangkan kreativitas, dan mengikuti kegiatan sesuai minatnya. Guru berperan sebagai pendidik sekaligus pendamping yang membantu siswa mengenali kemampuan dan memperbaiki kekurangan.

Budaya apresiasi juga memiliki tempat dalam kehidupan sekolah. Penghargaan terhadap usaha dan pencapaian siswa dapat menumbuhkan motivasi, sedangkan pendampingan membantu mereka memahami arti kedisiplinan dan tanggung jawab. Prestasi akademik, seni, olahraga, maupun kegiatan kreatif patut memperoleh perhatian sesuai bidangnya.

Kepala SMAN 2 Bukittinggi, Ahda, S.Pd., M.M., menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Haura sebagai wakil Sumatera Barat.

“Kami merasa bangga atas pencapaian Haura. Semoga kesempatan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan menjaga nama baik diri, keluarga, serta sekolah,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh InsertRakyat.com pada Ahad (1/11/2026).

Ahda juga berharap pencapaian Haura dapat memotivasi peserta didik lainnya untuk mengembangkan potensi dan berani berkompetisi dalam berbagai bidang.

Harapan tersebut erat dengan arti sebuah pencapaian di lingkungan pendidikan. Keberhasilan seorang siswa dapat menjadi sumber semangat bagi teman-temannya. Pengalaman individu juga dapat mendorong sekolah untuk terus membuka ruang pembinaan bagi peserta didik dengan minat dan kemampuan yang beragam.

Keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah memiliki peran yang saling berkaitan dalam membangun ekosistem pengembangan talenta. Sebab idealnya, Keluarga memberikan dukungan dan pendampingan, sekolah menyediakan pembelajaran serta pembinaan, masyarakat membuka ruang partisipasi, sedangkan pemerintah bertanggung jawab menghadirkan kebijakan, fasilitas, dan kesempatan yang adil.

Keikutsertaan Haura dalam Miss Teenager Muslimah Indonesia 2026 membawa nama Sumatera Barat ke panggung kompetisi tingkat nasional. Bagi Haura, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman dan membangun kepercayaan diri. Bagi lingkungan pendidikan, perjalanannya dapat menjadi dorongan untuk semakin memperhatikan pembinaan minat dan bakat sejak usia sekolah.

Prestasi pelajar juga memiliki hubungan dengan kebanggaan daerah dan partisipasi generasi muda. Anak-anak yang memperoleh kesempatan tampil dalam suatu kompetisi dapat membawa nama sekolah, keluarga, dan daerahnya. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar mengenal tanggung jawab ketika membawa identitas lingkungan yang lebih luas.

Namun, kesempatan berkembang perlu menjangkau lebih banyak anak. Setiap daerah memiliki pelajar dengan kemampuan dalam bidang akademik, olahraga, seni, budaya, teknologi, dan industri kreatif. Mereka membutuhkan pembinaan yang sesuai, pendampingan yang berkelanjutan, serta akses terhadap berbagai kegiatan pengembangan diri.

Pemerintah daerah dapat mengambil peran melalui program pembinaan bakat, penyelenggaraan kompetisi, kemitraan dengan lembaga pendidikan, dan dukungan terhadap kegiatan kreatif. Sekolah juga perlu memperkuat kegiatan ekstrakurikuler, menyediakan ruang apresiasi, serta membantu peserta didik menemukan bidang yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

Kini, Haura bersiap menghadapi grand final Miss Teenager Muslimah Indonesia 2026 di Bali pada 16 November mendatang. Perjalanan tersebut membawa harapan agar semakin banyak pelajar Indonesia berani mengenali kemampuan, mengembangkan minat, dan mengambil kesempatan untuk berkarya.

Setiap anak memiliki cerita pertumbuhan yang berbeda. Ada yang menemukan jalannya melalui penelitian, ada yang berkembang melalui olahraga, seni, komunikasi, maupun kegiatan sosial. Tugas dunia pendidikan ialah memastikan setiap kemampuan memperoleh ruang, bimbingan, dan penghargaan yang layak.

Dari ruang kelas hingga panggung kompetisi, pendidikan terus menyiapkan generasi yang berpengetahuan, terampil, dan berkarakter. Bakat yang dirawat dengan ketekunan dapat tumbuh menjadi prestasi. Pengetahuan yang dipadukan dengan pengalaman dapat melahirkan kecakapan. Sementara kesempatan yang diberikan secara adil dapat membuka jalan bagi anak-anak untuk mengambil bagian dalam masa depan bangsa.

 

Jurnalis: Dioni Anvora 

Editor: Supriadi Buraerah

Media Sosial: Facebook | Instagram | Tiktok | Saluran WhatsApp 

Punya informasi menarik dan ingin diterbitkan di InsertRakyat.com, hubungi kami melalui email dan WA-Cp.

BERITA TERKINI EDITORIAL