PADANG, InsertRakyat.com — Hari pertama Festival Literasi Sumatera Barat 2026 yang dihelat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Selasa (8/9/2026) berlangsung meriah.
Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah didampingi Bunda Literasi Hj. Harneli Bahar hadir membuka acara itu secara resmi.
Usai pembukaan, Gubernur bersama rombongan dan tamu undangan mengunjungi stan pameran yang berpartisipasi dalam festival itu, salah satunya stan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasaman Barat bersama TBM Pondok Buku Olalaa.
TBM Olalaa dipercaya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat sebagai PIC (Person in Charge) Stan Pasaman Barat yang bertugas membantu memastikan pengelolaan dan pelayanan stan selama rangkaian kegiatan festival berlangsung.
Di stan Pasaman Barat Gubernur disambut Founder TBM Pondok Buku Olalaa, Sumira Putri. Gubernur memberikan apresiasi atas berbagai produk yang dihadirkan Pasaman Barat, seperti buku-buku karya penulis dan pegiat literasi Pasaman Barat serta dokumentasi sejumlah hasil kegiatan dan program literasi yang telah dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasaman Barat beberapa tahun terakhir.
Selain menghadirkan buku dan informasi mengenai gerakan literasi, stan Pasaman Barat juga membawa unsur budaya lokal melalui sajian kuliner khas daerah. Pengunjung dapat mencicipi kue cucur dan tektek khas Ujung Gading, yang menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kuliner lokal Pasaman Barat dalam ruang Festival Literasi Sumatera Barat. Gubernur juga berksesempatan membeli langsung produk itu di stan Pasaman Barat.
Kehadiran unsur buku, karya literasi, program perpustakaan, serta budaya lokal tersebut menunjukkan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengenalkan identitas, pengetahuan, kreativitas, dan kekayaan budaya daerah.
“Bagi TBM Olalaa, keterlibatan sebagai PIC Stan Pasaman Barat menjadi bagian dari pengalaman sekaligus kontribusi dalam mendukung gerakan literasi daerah. Kepercayaan yang diberikan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat juga menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas literasi dalam menghadirkan serta memperkenalkan praktik-praktik baik literasi kepada masyarakat,” ujar Sumira Putri.
Menurut Sumira, antusiasme pengunjung pada hari pertama menjadi energi positif bagi pelaksanaan Festival Literasi Sumatera Barat 2026. Stan Pasaman Barat diharapkan terus menjadi ruang interaksi bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat gerakan literasi, karya para pegiat literasi, serta potensi budaya yang dimiliki Kabupaten Pasaman Barat.
Ditambahkan, Festival Literasi Sumatera Barat 2026 menjadi momentum penting mempertemukan berbagai unsur yang bergerak dalam bidang literasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perpustakaan, sekolah, komunitas, pegiat literasi, dan masyarakat dalam membangun budaya literasi di Sumatera Barat.
Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Muhammad Subhan























































