SIDOARJO, INSERTRAKYAT.com — Polisi mendalami penyebab utama kebakaran rumah sekaligus toko sembako milik Sudarsono (52), warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (25/8/2026). Peristiwa (kebakaran) itu terjadi sekitar pukul 01.10 WIB. Dugaan awal menyebut kebakaran dipicu korsleting listrik, namun petugas masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya. Untung Sudarsono tidak ikut terpanggang, api kemudian berhasil padam. Pemadaman dilakukan oleh petugas Damkar. Sudarsono mendengar teriakan Ubai dan Yosi.

Awal mulanya (kebakaran) tersebut diketahui saat dua warga, Ubai (42) dan Yosi (35), melintas di sekitar lokasi setelah menghadiri acara Maulid Nabi. Keduanya melihat kepulan asap berasal dari dalam bangunan milik Sudarsono.

Karena kaget, ada (kebakaran), kedua saksi meminta bantuan warga sekitar untuk mendobrak pintu rumah dan membangunkan pemiliknya. Upaya itu berhasil sehingga Sudarsono dapat keluar dari rumah dalam kondisi selamat.

Tak lama kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran bersama personelnya tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan dan tidak menyebabkan korban jiwa maupun korban luka.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan setelah kejadian, Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan, pemeriksaan awal di lokasi menemukan dugaan api berasal dari korsleting listrik.

Menurutnya, api kemudian menyambar lemari pakaian hingga membesar dan meluas ke bagian bangunan rumah sekaligus toko sembako.

“Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik yang menyambar lemari baju. Untuk memastikan penyebabnya, petugas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi,” ujar Kompol Sugeng Sulistiyono. Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Buduran bersama Pamapta Polresta Sidoarjo langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan.

Petugas meminta keterangan sejumlah saksi, menghubungi pemadam kebakaran, serta memasang garis polisi di sekitar lokasi kebakaran.

Pemeriksaan lanjutan masih dilakukan, kata kapolsek, untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran yang melanda rumah sekaligus toko sembako tersebut.

Kapolsek Buduran juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi (kebakaran), terutama akibat gangguan pada instalasi listrik.

“Warga diimbau untuk memeriksa kondisi kabel dan perangkat listrik secara berkala serta mengganti perlengkapan yang sudah rusak untuk mencegah risiko kebakaran,” imbuhnya.

Jurnalis : Redho Fitriyadi

Editor     : Zamroni