POLMAN, INSERTRAKYAT.com – Personel Regu B UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar menangani empat kebakaran di lokasi berbeda dalam kurun kurang dari 24 jam, sejak Jumat (17/7/2026) sore hingga Sabtu (18/7/2026) pagi.

Peristiwa kebakaran tersebut menguji kesiapsiagaan personel sekaligus mengungkap penyebab sejumlah insiden berdasarkan hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) kepolisian.

Kebakaran pertama terjadi di Lingkungan Gaspol, Jalan Mangundang, Kelurahan Polewali. Api menghanguskan dua rumah semi permanen milik Wahida (55) dan Ade Makmur (47).

Damkar Polman mengerahkan empat armada dari Pos Induk yang diperkuat satu unit water tank Kodim 1402/Polman dan satu unit water cannon Sat Brimob. Api berhasil dipadamkan pada pukul 18.00 WITA.

Berdasarkan hasil olah TKP Polsek Polewali, penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik pada area KWH meter rumah korban.

Pada pukul 19.25 WITA, petugas kembali menerima laporan kebakaran lahan di belakang Masjid Nurul Huda Galeso.

Kebakaran dipicu aktivitas pembakaran sampah rumah tangga di dekat pohon aren. Satu armada Sektor Wonomulyo tiba dengan response time delapan menit dan menyelesaikan pendinginan dalam lima menit sehingga api tidak meluas ke area perkebunan.

Insiden berikutnya terjadi pada Sabtu (18/7/2026) pukul 01.45 WITA di kawasan dekat SPBU Sarampu, Kecamatan Binuang.

Sebanyak tiga armada Pos Induk dengan 12 personel diterjunkan ke lokasi. Kebakaran dipicu percikan api dari minibus Toyota Kijang Kotak yang sedang melakukan bongkar muat bahan bakar minyak (BBM).

Kronologi : Damkar Polman Tangani Empat Kebakaran dalam 24 Jam
Satu Unit Mobil Kijang terbakar di lokasi.

Petugas menghadapi risiko ledakan, keterbatasan pasokan air akibat musim kemarau, serta kepulan asap pekat. Melalui teknik pemadaman yang diterapkan, api berhasil dipadamkan setelah penanganan selama 50 menit.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua rumah rusak berat dan satu minibus hangus terbakar. Namun, api tidak merambat ke SPBU maupun permukiman sekitar dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Menjelang pagi, pukul 05.40 WITA, kebakaran kembali terjadi di Toko Bassi 99, Kompleks Pasar Terminal Lama, Jalan Poros Majene-Mamuju.

Damkar menerjunkan 18 personil dengan Tiga armada. Mereka tiba dalam waktu lima menit. Petugas kemudian melakukan penguraian dan lokalisasi api sehingga kebakaran dapat dipadamkan dalam 16 menit.

Berdasarkan temuan kepolisian, kebakaran bangunan milik Hj. Nurjannah (55) diduga dipicu korsleting listrik.

Kronologi : Damkar Polman Tangani Empat Kebakaran dalam 24 Jam
Warga, petugas damkar (depan) dan petugas kepolisian di salah satu lokasi Kebakaran (foto/rahmat/Insert rakyat ).

Kepala UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar, Imran, S.IP., M.M., mengapresiasi kinerja seluruh personel Regu B yang bertugas menangani empat kejadian tersebut.

“Daya juang, militansi, dan ketahanan fisik personel Regu B selama 24 jam terakhir adalah bukti nyata komitmen kemanusiaan Damkar Polman. Dari menaklukkan api di area pemukiman, lahan kering, hingga mempertaruhkan nyawa di tengah ledakan BBM, semuanya dieksekusi dengan profesional tanpa satu pun korban jiwa,” tegas Imran.

Ia juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

“Melihat temuan operasional kami dan hasil penyelidikan kepolisian, kami mengimbau dengan sangat tegas kepada masyarakat : hentikan praktik berbahaya seperti bongkar muat BBM tanpa standar keamanan. Selain itu, perhatikan usia instalasi kelistrikan di rumah atau toko Anda. Musim kemarau dan angin kencang akan dengan cepat mengubah percikan kecil korsleting menjadi bencana yang meluluhlantakkan segalanya.”

Empat kejadian kebakaran itu berhasil ditangani sehingga api tidak meluas ke SPBU, kawasan permukiman, pertokoan, dan area perkebunan. Seluruh insiden juga dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa.

(rah/rah).