SINJAI, INSERTRAKYAT.COM – Satu kampung pikul rasa sakit saat seorang warga bernama Asdar (32) harus ditandu sejauh satu kilometer menggunakan sarung dan bambu untuk mendapatkan perawatan medis di Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Senin (20/04/2026).

Peristiwa ini terjadi setelah Asdar mengalami kecelakaan saat membelah batu di sekitar rumahnya. Alat berupa betel besi dan palu yang digunakan mengenai betis bagian depan hingga menyebabkan luka cukup parah.

Awalnya, keluarga berupaya membawa Asdar menggunakan sepeda motor menuju fasilitas kesehatan. Namun kondisi jalan yang rusak dan berlubang membuat perjalanan tidak dapat dilanjutkan karena ia tidak mampu menahan rasa sakit akibat guncangan.

BACA JUGA :  Polsek Herlang Gelar Jumat Curhat, Warga Desa Tugondeng Sampaikan Keluhan Soal Pencurian

Keluarga akhirnya memutuskan untuk menandu Asdar menggunakan sarung dan bambu. Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh warga sekitar menuju titik jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat.

Salah satu keluarga, Asmar, menjelaskan bahwa keputusan menandu diambil setelah upaya menggunakan sepeda motor tidak berhasil.

“Tadi saya bonceng pakai motor, tapi karena lukanya sangat sakit dan tidak bisa ditahan akibat jalan berlubang, saya berhenti di tengah jalan. Akhirnya kami putuskan untuk menandu,” ujar Asmar.

BACA JUGA :  Berkat Prabowo, Bansos Rp136,9 Miliar "Nyata" untuk Korban Bencana Sumatera, Tito Karnavian Salurkan di Aceh Timur hari ini

Setelah menempuh jarak sekitar satu kilometer, Asdar akhirnya sampai di jalan yang lebih layak. Di lokasi tersebut, sebuah mobil milik warga bernama Akbar melintas dan langsung membawa Asdar ke Puskesmas Tengngalembang untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa ini memunculkan keprihatinan warga terhadap kondisi infrastruktur di Desa Terasa. Jalan yang rusak dinilai menyulitkan akses darurat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan cepat.

BACA JUGA :  Pengusaha Sinjai Gelar One Night Ramadhan Run Street, Diikuti 32 Peserta

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Akses yang layak dinilai penting untuk mendukung keselamatan dan aktivitas masyarakat.

Asdar adalah warga Dusun Tonrong, Desa Terasa. Di sanalah ia ditandu sejauh kurang lebih dua kilometer. Hingga berita ini diturunkan, informasi masih berkembang. (**).

Follow ( whatsapp channel)