SINJAI, INSERTRAKYAT.COM – Sejumlah masyarakat Sinjai sempat terkejut dengan beredarnya kabar mutasi Kasi Intel Kejari Sinjai menjelang pekan ketiga April 2026.
“Ada kabar hangat, soal Kasi Intel Kejari Sinjai. Infonya – infonya di mutasi,” ujar seorang sumber sambil meminta kebenarannya ditelusuri lebih lanjut, Sabtu (18/4/2026) malam di Kota Sinjai.
Adapun diketahui Kasi Intel Kejari Sinjai adalah Jhadi Wijaya, S.H., M.H. Ia sempat masuk kandidat Detikcom Award 2025 lalu. Ia juga berhasil mewujudkan gagasan intelektual melalui perpustakaan mini atau ruang literasi penerangan hukum di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai.
Ruang literasi Kejari Sinjai menghimpun koleksi buku yang berfokus pada hukum pidana, konsep perbuatan melawan hukum, kajian filsafat hukum, serta berbagai literatur hukum lainnya yang tersusun sistematis dan terbuka untuk diakses oleh publik.
Pada 16 Juni 2025 lalu, orang nomor satu di birokrasi Sinjai, Hj. Ratnawati Arif meluangkan waktu dengan menyambangi ruang literasi. Di sana ia disambut dengan baik oleh Kasi Intel, Jhadi Wijaya.
Hj. Ratna memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas gagasan Jhadi Wijaya. “Kami sangat mengapresiasi inovasi ruang literasi ini,” kata Bupati Sinjai.
“Semoga menjadi sarana yang bermanfaat dalam memperluas wawasan hukum masyarakat,” lanjut Hj. Ratna.
Tidak sendiri dalam kunjungan tersebut. Bupati Sinjai perempuan pertama ini didampingi oleh unsur OPD seperti Dinas Perpustakaan Sinjai.
Selain menerima kunjungan Mantan Kepala BKAD Sinjai, Hj Ratnawati Arif, Kasi Intel Jhadi Wijaya juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk menerima kunjungan pengurus Perpustakaan Desa Suka Maju dan Panrita Literasi Institute.
Dalam catatan Insertrakyat.com, pada Rabu, 10 Desember 2025, bertempat di Perpustakaan Daerah Kabupaten Sinjai, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Sinjai, Jhadi Wijaya menghadiri peresmian organisasi Panrita Literasi Institute sebagai wadah penguatan ekosistem pengetahuan dan gerakan literasi daerah.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Gerakan Sinjai Menulis, yang bertujuan menumbuhkan budaya literasi, kreativitas, serta partisipasi masyarakat dalam produksi gagasan dan karya tulis.
Selain itu, turut diluncurkan program 100 Pojok Baca Sinjai sebagai perluasan akses literasi publik berbasis komunitas.
Usai menghadiri acara, Jhadi Wijaya panggilan akrabnya, saat ditanya oleh Insertrakyat.com ia menjawab singkat. “Kata – kata hari ini, literasi hukum sebagai jembatan pemahaman hukum untuk masyarakat Sinjai.”
Sebenarnya, Jhadi Wijaya dalam beberapa kesempatan acapkali menyampaikan bahwa ruang literasi hukum merupakan upaya untuk mendekatkan pemahaman hukum kepada masyarakat sesuai arahan Jaksa Agung. Ia menambahkan, ruang tersebut diharapkan menjadi tempat konsultasi dan referensi hukum bagi warga Sinjai. “Ruang literasi hukum untuk mengedukasi masyarakat Sinjai,” tegasnya.
Adapun saat diwawancarai di ruang kerjanya beberapa pekan lalu, Jhadi Wijaya tidak menampik adanya kekurangan yang masih perlu dibenahi. Menurutnya, pengembangan perpustakaan mini atau ruang literasi masih memiliki kekurangan terutama terkait partisipasi berupa kritik dan saran berbagai pihak yang dapat menjadi penguat dalam pengelolaan ke depan.
“Kekurangan yang ada cukup terasa, khususnya karena minimnya partisipasi publik, baik berupa saran maupun kritik. Padahal hal tersebut sangat membantu kami dalam menata pengelolaan literasi hukum agar lebih berkembang,” imbuhnya.
Jhadi Wijaya juga menceritakan salah satu bentuk kontribusi masyarakat terhadap kegiatan literasi Kejaksaan Negeri Sinjai, di mana sebelumnya telah menerima berbagai masukan dari Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Sinjai.
Lebih jelasnya, pada 13 Juni 2025, pengurus TBM melakukan audiensi di ruang literasi Kejari Sinjai untuk membahas penguatan kolaborasi jangka panjang dalam ekosistem literasi daerah.
Dalam kesempatan itu, Ketua Forum TBM sekaligus pendiri Rumah Dongeng Sinjai, Mirfayani Mirsal, memberikan apresiasi atas inisiatif dan gagasan Kasi Intel.
Mirfayani menegaskan bahwa literasi merupakan investasi pengetahuan yang berdampak luas dan bersesuaian dengan perkembangan zaman. “Gagasan Kasi Intel Kejari Sinjai ini sangat inspiratif,” ujarnya.
Literasi memiliki pengaruh signifikan pada berbagai lini, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga penguatan kesadaran hukum dan demokrasi.
Kendati demikian, terkait isu yang mencuat mengenai mutasi Kasi Intel Kejari Sinjai, Jhadi Wijaya dimutasi ke Kota Makassar, kabar tersebut dipastikan tidak benar.
Jhadi Wijaya saat dikonfirmasi menyatakan bahwa informasi (mutasi) tersebut keliru. “Tidak, tidak ada informasi seperti itu, jadi informasi tersebut keliru, tidak benar,” ujarnya pada Ahad (19/4/2026) sekitar pukul 09.15 Wita.
“Kalau kabar saya ke Makassar ia benar saya pernah dan sering ke Makassar kalo ada kegiatan di Kejati, tapi kalau mutasi itu tidak benar,” kuncinya.
Adapun Kantor Kejari Sinjai terletak di Jl. Jenderal Sudirman, yang kini mulai dijuluki masyarakat sebagai kawasan elite publik.
(ts/za)
Follow berita Insertrakyat di whatsapp channel

























