JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM,–Pemulihan layanan kesehatan pascabencana di Sumatera terus menunjukkan perkembangan positif melalui program Pustu Sumatera kembali beroperasi yang dilaksanakan Satgas PRR hingga 17 April 2026 di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak bencana Sumatera mengalami percepatan signifikan. Ratusan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sebelumnya rusak kini kembali berfungsi sehingga layanan kesehatan tingkat komunitas kembali dapat diakses masyarakat di daerah terdampak.

Program Pustu Sumatera kembali beroperasi menjadi fokus utama Satgas PRR dalam memastikan layanan dasar kesehatan tetap berjalan. Upaya rehabilitasi dilakukan secara bertahap sejak awal penanganan bencana dengan melibatkan berbagai kementerian dan tenaga teknis di lapangan.

Berdasarkan data resmi Satgas PRR, dari total 2.952 Pustu di tiga provinsi terdampak, sebanyak 2.522 unit mengalami dampak bencana. Pada 1 Desember 2025 tercatat 148 Pustu tidak dapat beroperasi akibat kerusakan berat. Namun, jumlah tersebut terus menurun seiring proses pemulihan yang dilakukan secara masif.

BACA JUGA :  Satgas PRR Catat 4.922 Proyek Fasilitas Sekolah Pasca Bencana

Memasuki April 2026, jumlah Pustu yang belum kembali beroperasi menurun menjadi 21 unit, dan per 17 April 2026 tersisa hanya 12 unit dalam tahap rehabilitasi. Dari jumlah tersebut, sebagian berada di Aceh Timur seperti Blang Seunong, Seunuebok Bayu, Bandar Baro, Alue Tuwi, hingga Tanjung Tok Blang. Sementara di Sumatera Utara, titik penanganan berada di Sibolga dan Tapanuli Tengah seperti Hutabarangan dan Sibuluan Nalambok.

BACA JUGA :  Optimalisasi Lahan HGU Jadi Strategi Satgas PRR Percepat Pembangunan Huntap Pascabencana Sumatera

Selain Pustu, pemulihan fasilitas kesehatan lain juga berjalan cepat. Dari 130 rumah sakit pemerintah yang terdampak, seluruhnya kini telah kembali beroperasi. Di tingkat puskesmas, seluruh 1.265 unit yang sebelumnya terganggu kini telah kembali melayani masyarakat, memperkuat sistem layanan kesehatan dasar di wilayah terdampak.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan apresiasi terhadap percepatan pemulihan yang dilakukan lintas sektor, terutama peran Kementerian Kesehatan bersama relawan di lapangan.

“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada Pak Menkes karena beliau turun langsung dan betul-betul bekerja mengendalikan dengan semua relawan dan kekuatannya, sehingga kurang dari satu bulan semua RSUD sudah operasional 100 persen,” ujar Tito di Jakarta, 25 Maret 2026.

BACA JUGA :  Satgas PRR Percepat Penyaluran Bantuan Hidup untuk Penyintas Banjir dan Longsor di Sumatera

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan layanan kesehatan di tingkat paling bawah menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat pascabencana. Menurutnya, penyelesaian Pustu Sumatera kembali beroperasi menjadi prioritas agar akses layanan kesehatan tidak terputus di wilayah terpencil.

Dampak dari percepatan ini terlihat pada meningkatnya akses layanan kesehatan dasar di desa-desa terdampak. Masyarakat kini kembali mendapatkan pelayanan medis tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan utama.

Hingga berita ini diturunkan, informasi masih berkembang terkait penyelesaian akhir rehabilitasi 12 Pustu yang tersisa, sementara pemerintah terus mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah terdampak Sumatera.

Penulis: Agy / Editor : Zamroni

Follow berita Insert Rakyat di whatsapp channel