MALANG, INSERTRAKYAT.COM– Keluhan jerawat pada ibu hamil dan ibu menyusui masih cukup sering ditemui dalam praktik pelayanan kebidanan. Kondisi ini tidak jarang membuat para ibu merasa kurang percaya diri dengan perubahan pada kulit wajahnya.
Bidan Afita menjelaskan, perubahan tersebut umumnya berkaitan erat dengan fluktuasi hormon selama kehamilan dan masa menyusui.
“Perubahan hormon saat hamil dan menyusui memang sangat berpengaruh. Biasanya memicu jerawat, kulit jadi lebih berminyak, dan tampak kusam,” jelasnya Jumat (24/4).
Ia menekankan bahwa perawatan kulit pada masa hamil dan menyusui tidak bisa dilakukan sembarangan. Pemilihan produk harus lebih selektif dan aman.
Beberapa langkah sederhana yang disarankan antara lain menggunakan pembersih wajah yang lembut, menghindari bahan aktif yang terlalu keras, memilih produk berbahan dasar alami, serta tetap menggunakan pelembap untuk menjaga keseimbangan kulit.
Menurutnya, prinsip utama adalah keamanan bagi ibu dan bayi yang sedang disusui.
Cerita Pasien Jadi Dasar Edukasi
Bidan Afita mengaku banyak mendapatkan cerita langsung dari pasien terkait perubahan kondisi kulit selama masa kehamilan dan setelah melahirkan.
“Banyak ibu yang merasa kurang nyaman dengan kondisi kulitnya. Mereka sebenarnya ingin tetap tampil segar dan percaya diri di depan keluarga,” ujarnya.
Dari pengalaman tersebut, ia mendorong pendekatan perawatan yang lebih aman dan edukatif, termasuk penggunaan produk seperti Avitaskin yang diformulasikan dengan bahan lebih ramah untuk ibu hamil dan menyusui, serta meminimalkan risiko iritasi.
Ia menegaskan bahwa perubahan kulit selama kehamilan dan menyusui adalah hal yang normal secara fisiologis. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara merawatnya dengan benar.
“Tidak perlu panik. Yang penting tetap merawat kulit dengan cara yang aman dan sesuai kondisi tubuh,” tutupnya.
(Redho) Follow ( whatsapp channel)




