PADANG PARIAMAN, INSERTRAKYAT.com — Pembangunan Jaringan Irigasi Sekunder Daerah Irigasi (D.I.) Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, mencapai progres fisik 45,489 persen hingga 16 Agustus 2026. Capaian itu melampaui target rencana sebesar 29,075 persen dengan deviasi positif 16,414 persen, ungkap Panitia Pembuat Komitmen (PPK) kepada InsertRakyat.com.

Proyek yang menggunakan APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) dan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V.

Nilai kontrak proyek mencapai Rp9.580.510.000. CV Arfan Nashifa Pratama menjadi pelaksana pekerjaan, sedangkan konsultan pengawas terdiri atas PT Pilar Nawa Seta (KSO) CV Boarta Lestari Consultant.

Kontrak bernomor HK0201/T.Bws 5.9.2/2026/IV itu dimulai pada 24 April 2026 dengan masa pelaksanaan 252 hari kalender.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Eka Hendra Irawan, mengatakan monitoring terakhir per 16 Agustus 2026 mencatat realisasi pekerjaan sebesar 45,489 persen.

“Progres rencana 29,075 persen, progres realisasi 45,489 persen dan deviasi +16,414 persen,” ujar Eka saat dikonfirmasi Minggu (23/8/2026).

Hujan Menjadi Tantangan Pekerjaan

Capaian pekerjaan tersebut berlangsung di tengah kondisi cuaca dengan curah hujan yang cukup tinggi. Kondisi itu memengaruhi sejumlah aktivitas konstruksi, terutama mobilisasi menuju lokasi pekerjaan.

Eka mengatakan pelaksana menghentikan sementara pekerjaan pada jalan akses mobilisasi ketika hujan turun dan kondisi jalan belum aman dilalui.

Pekerjaan kembali berjalan setelah akses mengering dan memungkinkan kendaraan maupun peralatan bergerak dengan aman.

Untuk pekerjaan galian yang berpotensi tergenang, kontraktor menyiapkan pompa untuk melakukan dewatering atau pengeringan area kerja.

Kontraktor dan konsultan pengawas juga menyesuaikan jadwal pekerjaan dengan kondisi cuaca dan prakiraan hujan. Pekerjaan yang dapat dilakukan saat kondisi memungkinkan menjadi prioritas agar progres tetap terjaga.

Pemeliharaan akses mobilisasi dilakukan secara berkala. Pada titik yang berpotensi tergenang, pelaksana menyiapkan sistem pengaliran dan pemompaan air.

Pengawasan terhadap kondisi pekerjaan setelah hujan dengan intensitas tinggi juga diperketat untuk memastikan pekerjaan tetap memenuhi persyaratan teknis.

Material Harus Memenuhi Spesifikasi

Selain mengejar progres fisik, pengendalian material menjadi bagian dari pengawasan proyek.

Eka mengatakan material yang digunakan harus memenuhi persyaratan teknis dan mutu sesuai spesifikasi kontrak. Pemeriksaan mencakup sumber material, legalitas atau dokumen pendukung, hasil pengujian laboratorium, serta kelayakan material sebelum digunakan.

PPK juga melakukan pemeriksaan terhadap asal-usul material.

“PPK telah melakukan pemeriksaan terhadap asal-usul material sebelum material digunakan di lapangan dan sebelumnya melakukan joint inspection bersama ke quarry bersama Direksi, Konsultan Pengawas dan Kontraktor,” jelasnya.

Pemeriksaan tersebut penting karena kualitas material menjadi salah satu faktor yang menentukan mutu hasil pekerjaan konstruksi.

Temuan Dicatat dalam Pengawasan

Pengawasan proyek juga memiliki mekanisme pencatatan apabila ditemukan persoalan teknis selama pelaksanaan pekerjaan.

Eka menjelaskan konsultan pengawas dapat menerbitkan surat instruksi lapangan, teguran, atau instruksi perbaikan apabila menemukan persoalan dalam pekerjaan.

Setiap instruksi dan temuan dicatat dalam buku direksi di lapangan.

Mekanisme itu menjadi bagian dari pengendalian pekerjaan agar persoalan teknis dapat segera ditindaklanjuti dan tidak mengganggu pencapaian target pekerjaan.

Masih Ada 137 Hari Kontrak

Hingga minggu ke-17, pelaksanaan proyek telah menggunakan 115 hari atau sekitar 45,64 persen dari total masa kontrak selama 252 hari.

Dengan demikian, masih tersedia 137 hari atau sekitar 54,36 persen waktu pelaksanaan.

Realisasi fisik yang mencapai 45,489 persen saat waktu kontrak yang terpakai berada di kisaran 45,64 persen menunjukkan progres pekerjaan berada jauh di atas target rencana pada periode monitoring tersebut.

Eka menyatakan optimistis pekerjaan dapat selesai sesuai jadwal dengan tetap menjaga mutu dan biaya.

“PPK optimis pekerjaan dapat selesai tepat waktu, mutu dan biaya,” kata Eka.

“Evaluasi dan pengawasan mingguan akan terus dilakukan untuk menjaga capaian pekerjaan hingga proyek selesai dan masuk tahap serah terima sesuai ketentuan kontrak,” tandasnya.

Kendati, capaian progres tersebut menjadi indikator bahwa pekerjaan masih berada di jalur percepatan. Tantangan berikutnya terletak pada kemampuan pelaksana menjaga produktivitas ketika cuaca berubah, sekaligus memastikan percepatan tidak mengurangi mutu pekerjaan.

.

Penulis : Dion

Editor   : Tim Redaksi