KOLAKA, INSERTRAKYAT.COM — Sebanyak 68 pecatur dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti Open Turnamen Catur Se-Sultra yang digelar Ormas Tamalaki Wonua Kolumba Sultra bersama Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kolaka.
Peserta terdiri atas 56 pecatur putra dan 12 pecatur putri. Turnamen berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 22-23 Agustus 2026, di Top Swalayan, Kabupaten Kolaka.
Pertandingan menggunakan tujuh babak. Para pecatur bersaing melalui strategi, pembacaan posisi, dan ketepatan menentukan langkah di atas papan catur.
Persaingan berlangsung kompetitif dengan tetap menjunjung sportivitas.
Dari hasil pertandingan, Fernandez, atlet catur Kolaka dari Percasi Wolo, meraih juara pertama setelah mengumpulkan enam poin.
Master Nasional (MN) Bimbi Badriawan menempati posisi kedua dengan raihan enam poin. Sementara juara ketiga diraih Sukmardin dari Konawe.
Ketua Percasi Kolaka, Haning Abdullah, mengapresiasi keterlibatan Ormas Tamalaki Wonua Kolumba Sultra dalam penyelenggaraan turnamen tersebut.
“Kami atas nama pengurus percasi Kolaka dengan rasa hormat kami mengucapkan terimakasih kepada Ormas Tamalaki Wonua Kolumba Sultra atas kepedulian pada olahraga catur di kabupaten Kolaka, ini merupakan cerminan langkah kemasyarakatan yang nyata, ini perlu diapresiasi, kami berharap kedepannya Percasi Kolaka dengan Ormas Tamalaki Wonua Kolumba senantiasa dapat bekerja sama,” ungkapnya.
Menurut Haning, kerja sama antara organisasi kemasyarakatan dan pengurus olahraga dapat membuka ruang kompetisi bagi atlet catur di daerah.
Ketua Tamalaki Wonua Kolumba Sultra, Bahrul S.Kom., mengatakan pihaknya ingin melanjutkan kegiatan tersebut dalam bentuk program pembinaan yang lebih luas.
“Insyaallah ivent turnamen catur se Sultra akan diarahkan menjadi agenda tahunan Ormas Tamalaki Wonua Kolumba Sultra, Kami juga berharap kompetisi catur jangan hanya berhenti hari ini saja atau di porprov saja,kami punya harafan dan masukan ke pengurus percasi akan kita lakukan iven turnamen mulai dari tingkat SD sampai SMP Sma untuk mencari pecatur pecatur handal untuk Kabupaten Kolaka yang dapat berprestasi. Kami dari Tamalaki Wonua Kolumba siap bekerja sama dengan Percasi Kolaka jika dibutuhkan,” ujarnya.
Rencana tersebut membuka peluang pembinaan atlet sejak usia sekolah. Kompetisi tingkat SD, SMP, dan SMA dapat menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan pecatur muda di Kabupaten Kolaka.
Turnamen Se-Sultra itu juga menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan bertanding bagi pecatur dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tenggara. Keberlanjutan kompetisi dan pembinaan menjadi faktor penting agar prestasi atlet tidak berhenti pada satu kejuaraan.
. .
Jurnalis : Ibhar
Editor : Supriadi Buraerah











































































