KOLAKA, INSERTRAKYAT.com — Perjalanan 13 tahun kepemimpinan Sutadji di Desa Puubunga menjadi bagian dari perubahan pembangunan di Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Desa Puubunga itu menerima kunjungan awak media InsertRakyat.com di Kantor Desa Puubunga, Kamis (20/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Sutadji menjelaskan pembangunan yang telah berjalan, pengembangan sektor pertanian, serta rencana program Desa Puubunga pada 2026.

Sutadji mengatakan jabatan kepala desa merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan harus berjalan secara berkesinambungan serta tepat sasaran.

“Sebagai kepala desa, amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami wajib memberikan pelayanan prima dan pembangunan yang tepat bagi warga,” ujar Sutadji.

Selama 13 tahun memimpin, Sutadji menjelaskan perubahan yang terjadi di Desa Puubunga. Ia mengatakan Puubunga yang sebelumnya berstatus desa tertinggal kini telah berstatus Desa Mandiri.

Pembangunan dilakukan melalui penataan kawasan permukiman, pembangunan jalan dan drainase, serta peningkatan jalan usaha tani. Pemerintah desa juga memberikan bantuan bibit dan pupuk kepada petani.

Perbaikan rumah warga, pembangunan kantor desa, serta sejumlah sarana pendukung turut menjadi bagian dari pembangunan yang dilakukan pemerintah Desa Puubunga.

Sutadji juga menjelaskan pengembangan potensi Desa Puubunga sebagai wilayah agraris. Pemerintah desa membangun kerja sama dengan PT Vale Indonesia melalui inovasi pertanian, termasuk pengembangan varietas padi organik.

Menurut Sutadji, program tersebut membawa Desa Puubunga mengikuti ajang Desa BRILiaN. Ia mengatakan Puubunga berhasil masuk 15 besar dari sekitar 400 desa di kawasan Indonesia tengah.

Memasuki 2026, Sutadji menjelaskan Desa Puubunga memperoleh anggaran sekitar Rp1,474 miliar. Anggaran tersebut mengalami penurunan akibat kebijakan efisiensi anggaran.

“Kami sebagai penyelenggara pemerintahan akan tetap berbuat yang terbaik untuk pembangunan desa. Dengan anggaran yang tersedia, kami merencanakan pembangunan kawasan permukiman,” imbuhnya.

Selain itu, Sutadji menjelaskan Desa Puubunga memperoleh program P3-TGAI dari Kementerian PUPR. Program tersebut berkaitan dengan pembangunan yang terkoneksi dengan akses menuju Desa Puuroda.

Tokoh masyarakat Puubunga, Parman, turut menyampaikan penilaiannya terhadap kepemimpinan Sutadji. Ia menilai Sutadji responsif terhadap aspirasi masyarakat dan memiliki perhatian terhadap warga.

“Beliau termasuk kepala desa yang amanah dan mencintai warganya. Beliau sangat responsif terhadap aspirasi warga. Kami berharap beliau tetap maju pada Pilkades Desember,” ujar Parman.

Pernyataan Parman merupakan harapan pribadi terhadap Sutadji. Pelaksanaan Pilkades tetap mengikuti tahapan dan ketentuan yang berlaku.

.

Penulis : Ibhar

Editor   : Supriadi Buraerah

Artikel Terkait