DEPOK, INSERTRAKYAT.com – Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) kembali digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mendukung pembangunan nasional. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan program tersebut menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo untuk mewujudkan desa mandiri sekaligus membendung urbanisasi.
Pernyataan itu disampaikan Mendagri saat membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Balai Purnomo Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026). Melalui kolaborasi dengan Universitas Indonesia, para kepala desa dibekali kemampuan manajerial, administrasi pemerintahan, hingga cara berpikir inovatif dalam mengembangkan potensi desa.
Menurut Tito, pembangunan desa harus terus diperkuat agar mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan desa yang berkembang, masyarakat memiliki lebih banyak peluang untuk bekerja dan berusaha tanpa harus berpindah ke kota.
“Di kita, 56 persen penduduk tinggal di kota [44 persen tinggal di perdesaan]. Ini kita harus dorong supaya tumbuh desa-desa ini, diperkuat,” kata Mendagri saat membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Balai Purnomo Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).
![DEPOK, INSERTRAKYAT.com – Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) kembali digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mendukung pembangunan nasional. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan program tersebut menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo untuk mewujudkan desa mandiri sekaligus membendung urbanisasi.Pernyataan itu disampaikan Mendagri saat membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Balai Purnomo Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026). Melalui kolaborasi dengan Universitas Indonesia, para kepala desa dibekali kemampuan manajerial, administrasi pemerintahan, hingga cara berpikir inovatif dalam mengembangkan potensi desa.Menurut Tito, pembangunan desa harus terus diperkuat agar mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan desa yang berkembang, masyarakat memiliki lebih banyak peluang untuk bekerja dan berusaha tanpa harus berpindah ke kota."Di kita, 56 persen penduduk tinggal di kota [44 persen tinggal di perdesaan]. Ini kita harus dorong supaya tumbuh desa-desa ini, diperkuat," kata Mendagri saat membuka Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Balai Purnomo Universitas Indonesia (UI), Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan pemerintah telah memperkuat pembangunan desa melalui tiga kebijakan utama. Kebijakan tersebut meliputi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai landasan hukum, pembentukan kementerian yang menangani urusan desa, serta penyediaan dana desa untuk memperkuat pembangunan sekaligus mengurangi kesenjangan antara desa dan kota."Sekali lagi tujuannya adalah untuk mendorong agar desa lebih berkembang dan kemudian bisa membuka lapangan kerja, memberikan kontribusi ekonomi dan juga memberikan keleluasaan supaya desa mandiri secara keuangan," urainya.Program Kepala Desa Masuk Kampus juga bertujuan menyamakan kemampuan kepala desa dari berbagai latar belakang agar memiliki kompetensi yang setara dalam mengelola pemerintahan serta memajukan masyarakat.Universitas Indonesia dipilih sebagai mitra penyelenggara karena dinilai memiliki kapasitas akademik yang mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur desa. Pemerintah berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam tata kelola pemerintahan desa."Harapan kita dengan kerja sama ini nanti bisa menambah kemampuan kepala desa sehingga pengelolaan desa jadi lebih baik dan memberikan kontribusi untuk pembangunan nasional," tutup Mendagri.Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II diikuti oleh 434 kepala desa dari 291 kecamatan di 149 kabupaten dan 32 provinsi. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 16 Juli 2026.Melalui Program Kepala Desa Masuk Kampus, pemerintah berharap kualitas kepemimpinan di tingkat desa semakin meningkat sehingga mampu mempercepat terwujudnya desa yang mandiri, memperkuat ekonomi lokal, dan mendukung pemerataan pembangunan nasional..
Redaksi : InsertRakyat.com
Editor : Supriadi Buraerah
Penulis : Anggytha Putrie Alvio Mahho Ghanny (Agy).](https://insertrakyat.com/wp-content/uploads/2026/07/IMG-20260714-WA01391-scaled-1024x683.jpg)
Lebih lanjut, Mendagri menjelaskan pemerintah telah memperkuat pembangunan desa melalui tiga kebijakan utama. Kebijakan tersebut meliputi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sebagai landasan hukum, pembentukan kementerian yang menangani urusan desa, serta penyediaan dana desa untuk memperkuat pembangunan sekaligus mengurangi kesenjangan antara desa dan kota.
“Sekali lagi tujuannya adalah untuk mendorong agar desa lebih berkembang dan kemudian bisa membuka lapangan kerja, memberikan kontribusi ekonomi dan juga memberikan keleluasaan supaya desa mandiri secara keuangan,” urainya.
Program Kepala Desa Masuk Kampus juga bertujuan menyamakan kemampuan kepala desa dari berbagai latar belakang agar memiliki kompetensi yang setara dalam mengelola pemerintahan serta memajukan masyarakat.
Universitas Indonesia dipilih sebagai mitra penyelenggara karena dinilai memiliki kapasitas akademik yang mampu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur desa. Pemerintah berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam tata kelola pemerintahan desa.
“Harapan kita dengan kerja sama ini nanti bisa menambah kemampuan kepala desa sehingga pengelolaan desa jadi lebih baik dan memberikan kontribusi untuk pembangunan nasional,” tutup Mendagri.
Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II diikuti oleh 434 kepala desa dari 291 kecamatan di 149 kabupaten dan 32 provinsi. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 16 Juli 2026.
Melalui Program Kepala Desa Masuk Kampus, pemerintah berharap kualitas kepemimpinan di tingkat desa semakin meningkat sehingga mampu mempercepat terwujudnya desa yang mandiri, memperkuat ekonomi lokal, dan mendukung pemerataan pembangunan nasional.
.
Redaksi : InsertRakyat.com
Editor : Supriadi Buraerah
Penulis : Anggytha Putrie Alvio Mahho Ghanny (Agy). Follow ( whatsapp channel)



































