Di Indonesia terdapat empat pilar termasuk Pers adalah pilar ke empat.


Di SANA gunung, di sini gunung, di tengah-tengah ada Kopdes yang senantiasa dimonitor oleh tentara.

Bagi saya, ungkapan sederhana ini menyimpan pesan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Sebab negeri ini dibangun bukan hanya oleh gedung-gedung tinggi dan kebijakan besar, tetapi juga oleh kekuatan rakyat, kerja bersama, dan kepedulian antar sesama anak bangsa.

Gunung mengajarkan kita tentang keteguhan. Ia berdiri kokoh meski diterpa hujan dan angin. Ia menjadi pengingat bahwa sesuatu yang kuat tidak selalu harus banyak bicara, tetapi mampu bertahan dan memberi manfaat.

Begitu pula Indonesia. Negeri ini memiliki banyak kekuatan yang harus dijaga bersama. Ada kekayaan alam, ada semangat masyarakat desa, ada generasi muda yang menjadi harapan, serta ada lembaga negara yang memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban.

Di tengah perjalanan pembangunan itu, Kopdes hadir sebagai harapan agar ekonomi masyarakat desa semakin kuat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian untuk menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas. Sementara batu bara menjadi salah satu sumber daya alam yang ikut menggerakkan roda ekonomi.

Tetapi semua itu tidak akan berjalan baik tanpa suasana yang aman, hukum yang memberikan kepastian, dan kerja sama antar pihak.

BACA JUGA :  Halo Bukittinggi, di Mana Ruang bagi Seniman Berkumpul?

Di sana gunung berdiri kokoh,
di sini gunung menjaga negeri.
Di tengah-tengah Kopdes tumbuh ekonomi rakyat,
MBG dan batu bara menjadi amanah bersama.

Hari ini, Senin (13/7/2026), pertemuan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Riau I Dewa Gede Wirajana dan Pangdam Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo di Kantor Kejaksaan Tinggi Riau, saya menilai sebagai sebuah langkah baik dalam memperkuat komunikasi dan kebersamaan antar institusi negara.

Bagi saya, pertemuan tersebut bukan hanya tentang bertemunya para pemimpin lembaga, tetapi tentang bagaimana negara menunjukkan bahwa setiap unsur memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga ketenangan masyarakat dan mendukung pembangunan.

Sebab masyarakat membutuhkan rasa aman. Dunia usaha membutuhkan kepastian. Pemerintah membutuhkan dukungan. Dan semua itu membutuhkan hubungan yang baik antar lembaga.

Bagi saya, negara dapat diibaratkan seperti tubuh manusia.

Tubuh tidak bisa berjalan hanya dengan satu bagian. Mata membutuhkan otak untuk memahami apa yang dilihat. Kaki membutuhkan tubuh agar bisa melangkah. Tangan membutuhkan koordinasi agar bisa bekerja. Jantung bekerja tanpa henti agar seluruh tubuh tetap hidup.

Begitu juga sebuah negara.

Setiap lembaga memiliki tugas masing-masing, tetapi semuanya berada dalam satu tubuh besar bernama Indonesia.

BACA JUGA :  Kasi Intel Kajari Sinjai Jhadi Wijaya Dimutasi - Fakta Atau Hoaks?

Kepolisian menjaga keamanan masyarakat. Kejaksaan menjaga proses hukum agar berjalan sesuai aturan. TNI menjaga pertahanan negara. Pemerintah menggerakkan pembangunan. Masyarakat menjadi kekuatan utama yang membuat negeri ini terus berjalan.

Menurut saya, apabila semua bagian bergerak bersama, negara akan lebih kuat menghadapi berbagai tantangan.

Namun jika setiap bagian berjalan sendiri-sendiri, maka tujuan besar pembangunan akan lebih sulit dicapai.

Karena itu, sinergi bukan hanya kata-kata, tetapi kebutuhan nyata dalam kehidupan berbangsa.

Riau adalah daerah yang memiliki banyak potensi. Ada sumber daya alam, ada kegiatan ekonomi, ada masyarakat yang terus bekerja dan berharap kehidupan semakin baik.

Di tengah berbagai peluang tersebut, tentu dibutuhkan lingkungan yang tertib dan aman.

Pembangunan tidak hanya membutuhkan modal dan program, tetapi juga membutuhkan kepercayaan.

Masyarakat ingin melihat hukum berjalan dengan baik. Pelaku usaha membutuhkan kepastian. Pemerintah membutuhkan dukungan agar setiap program dapat memberikan manfaat.

Di sinilah kerja sama antar institusi menjadi penting.

Bukan untuk mencampuradukkan kewenangan, tetapi untuk saling menguatkan sesuai tugas masing-masing.

Bagi saya, Kopdes, MBG, dan batu bara memiliki cerita masing-masing yang bermuara pada kebermanfaatan bagi rakyat.

Kopdes berbicara tentang harapan masyarakat desa agar semakin mandiri dan memiliki kekuatan ekonomi.

BACA JUGA :  Prioritas Nasional, Mendagri Minta Pemda Perkuat Pengendalian Inflasi

MBG berbicara tentang masa depan anak-anak bangsa agar tumbuh sehat dan memiliki kesempatan yang lebih baik.

Batu bara berbicara tentang bagaimana kekayaan alam harus dikelola dengan bijaksana agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semua itu adalah amanah yang membutuhkan tanggung jawab bersama.

Sebab pembangunan bukan hanya soal membangun hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan.

Saya melihat pertemuan Kapolda Riau, Kejati Riau, dan Pangdam Tuanku Tambusai sebagai pesan sederhana namun penting: negeri ini akan kuat jika seluruh unsur mau berjalan bersama.

Di sana gunung, di sini gunung,
di tengah-tengah Kopdes membawa harapan.
MBG menjaga generasi, batu bara menguatkan pembangunan,
sinergi bersama menjadi kekuatan negeri.

Indonesia adalah rumah besar yang dihuni banyak perbedaan. Karena itu, menjaga persatuan bukan hanya tugas satu pihak, tetapi tanggung jawab bersama.

Seperti tubuh manusia yang sehat, setiap bagian memiliki peran dan saling membantu.

Begitu pula negara.

Ketika institusi saling menghormati, masyarakat merasa terlindungi, dan pembangunan berjalan dengan baik, maka negeri ini akan semakin kokoh melangkah menuju masa depan.

Oleh: Supriadi Buraerah, Lembaga Pendidikan Journalist Center Pekanbaru (PJC) Riau – Insertrakyat.com.