JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM — Presiden Prabowo Subianto meminta penguatan komunikasi pemerintah agar penyampaian program dan kebijakan kepada masyarakat menggunakan bahasa yang sederhana serta membuka ruang dialog.
Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono di kediamannya. Pertemuan itu membahas penguatan peran Bakom dalam membangun komunikasi pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden memberi perhatian khusus terhadap cara pemerintah menyampaikan program dan kebijakan kepada publik. Komunikasi pemerintah, menurut dia, tidak cukup berhenti pada penyampaian program, tetapi juga perlu menjelaskan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Dalam pertemuan tersebut, Presiden berdiskusi mengenai penguatan peran Badan Komunikasi Pemerintah dalam menyampaikan program, hasil, dan manfaatnya kepada masyarakat, sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis yang diterima Insertrakyat.com pada Senin.
Presiden juga menekankan penggunaan bahasa yang sederhana agar informasi pemerintah dapat dipahami masyarakat. Penjelasan mengenai kebijakan perlu memuat arah dari kebijakan tersebut, bukan hanya menerangkan apa yang sedang dikerjakan pemerintah.
Selain penyampaian informasi, Prabowo menekankan komunikasi dua arah. Bakom diharapkan menjadi salah satu jembatan bagi pemerintah untuk mendengar aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
“Presiden juga mengingatkan agar Badan Komunikasi Pemerintah tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Presiden,” kata Teddy.
Pertemuan tersebut turut membahas pola komunikasi pemerintah yang terbuka dan dialogis. Peran Bakom diarahkan tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai saluran untuk menerima masukan masyarakat.
Teddy mengatakan pola komunikasi tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara pemerintah, media, dan masyarakat.
“Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, dialogis dan berkesinambungan antara pemerintah, media, dan masyarakat. Dengan demikian, setiap kebijakan dan pemikiran Presiden dapat dipahami secara utuh, sekaligus memastikan suara dan aspirasi masyarakat dapat didengar oleh pemerintah,” tutur Teddy.
Jurnalis: Syamsul Bahri
Editor : Supriadi Buraerah
























