JAKARTA, INSERTRAKYAT.com — Ustadz Adi Hidayat menyampaikan sejumlah pesan dakwah tentang dosa, pertobatan, akhlak, kehidupan setelah kematian, dan keikhlasan. Pesan tersebut disampaikan melalui kanal WhatsApp Ustadz Adi Hidayat pada 9 Agustus 2026.

Pesan pertama mengingatkan bahwa manusia memiliki dosa dan kekurangan. Menurut pesan tersebut, persoalan bukan semata-mata keberadaan dosa, tetapi ketika seseorang berhenti menyesalinya dan tidak bertobat kepada Allah.

“Sangat normal jika kita penuh dosa dan penuh dengan kekurangan. Yang menjadi masalah adalah saat kita berhenti menyesali dosa-dosa yang kita lakukan dan tidak bertobat kepada Allah.”

Pesan berikutnya menyoroti rasa bersalah karena dosa sekaligus pentingnya tidak kehilangan harapan terhadap rahmat dan ampunan Allah.

“Dosaku sangat membebaniku. Tetapi ketika aku mengukurnya dengan rahmat-Mu, Ya Allah, ampunan-Mu lebih besar.”

Ustadz Adi Hidayat juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menghormati orang yang memberikan ilmu. Seseorang dapat memperoleh pelajaran dari siapa saja, termasuk dari orang yang mungkin tidak disadari telah menjadi gurunya.

“Guru adalah siapa saja yang mengajariku walau sehuruf. Maka, berakhlaklah pada siapapun, karena bisa jadi ia gurumu yang tidak kamu sadari.”

Pesan lainnya mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sedangkan kehidupan setelah kematian merupakan kehidupan yang abadi.

“Dunia hanyalah tempat persinggahan, sedangkan yang abadi ialah hidup setelah kematian.”

Selain itu, ia mengingatkan agar penampilan tidak menjadi ukuran utama dalam menilai kualitas diri. Pesan tersebut menekankan pentingnya keikhlasan hati dalam menjalankan kehidupan dan beragama.

“Jangan sampai tampilan sudah baik tapi hati masih munafik karena Allah melihat ikhlasnya hati, bukan sucinya penampilan fisik.”

Kelima pesan tersebut mengangkat tema introspeksi diri, pertobatan, penghormatan terhadap guru, kesadaran atas kehidupan setelah kematian, dan keikhlasan.

Reporter : Wahyuddin

Editor        : Tim Redaksi