PASAMAN BARAT, InsertRakyat.com — TBM Pondok Buku Olalaa, Ujung Gading, Pasaman Barat memenuhi undangan Forum TBM Pusat mengikuti kegiatan PRA-FGD Penyusunan Modul Pelatihan 2026. Diskusi dilakukan secara daring melalui Zoom, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan itu diikuti 30 peserta terpilih yang sebelumnya telah melalui proses seleksi dan kurasi ketat berdasarkan naskah praktik baik dalam bentuk esai reflektif yang dikirimkan pada Agustus 2026.

Dalam proses seleksi tersebut, calon peserta dapat memilih salah satu dari empat tema yang ditawarkan, yaitu Mendongeng di TBM, Membaca Nyaring di TBM, Membaca Dialogis, dan Transformasi Cerita Rakyat.

TBM Olalaa memilih tema Membaca Nyaring di TBM dengan mengangkat pengalaman praktik baik program membaca nyaring yang telah dilaksanakan sejak akhir tahun 2025.

Praktik tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk esai reflektif dan dikirimkan sebagai bagian dari proses seleksi.

“Alhamdulillah, pengalaman yang ditulis TBM Olalaa terpilih dan membawa TBM Olalaa menjadi salah satu dari 30 peserta dalam proses penyusunan modul pelatihan Forum TBM 2026,” ujar Sumira Putri, Founder TBM Pondok Buku Olalaa, Ahad (20/9/2026).

Dikatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian TBM FEST 2026 yang diusung Forum TBM Pusat. Modul yang nantinya disusun diharapkan menjadi panduan berbasis pengalaman nyata di lapangan, sehingga dapat diterapkan oleh Forum TBM di berbagai wilayah dan daerah, sekaligus menjadi referensi bagi TBM yang baru tumbuh dan mulai menjalankan kegiatan literasi.

Proses penyusunan modul ini didampingi pengurus Forum TBM Pusat, di antaranya Aris Munandar dan Annisa. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pengalaman praktik baik yang dihimpun dapat diolah menjadi materi yang terstruktur dan memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Bagi TBM Olalaa, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman sekaligus ruang belajar baru,” kata Sumira.

Diungkapkan, melalui program yang dikerjakan secara konsisten di tengah masyarakat, pengalaman TBM Olalaa dalam menjalankan kegiatan membaca nyaring akhirnya mendapat ruang untuk dibagikan, dipelajari, dan dikembangkan bersama pegiat TBM lainnya.

Keikutsertaan itu juga menjadi bukti nyata eksistensi dan dampak dari kegiatan yang selama ini dilaksanakan oleh TBM Olalaa.

“Yang pasti, TBM Olalaa akan terus belajar, berbagi, dan tumbuh bersama gerakan literasi,” tambah Sumira.

Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Muhammad Subhan