PADANG PANJANG, InsertRakyat.com — Kabar duka datang dari dunia kebencanaan, jurnalistik, dan kesenian. Jarwansah, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), meninggal dunia di RS Brawijaya Saharjo, Jakarta Selatan, Minggu (20/9/2026).
Kabar kepergian Jarwansah disampaikan Sulaiman Juned, sastrawan dan akademisi asal Aceh yang bermukim di Padang Panjang dan telah lama mengenal almarhum.
Sulaiman mengaku sangat terkejut menerima kabar tersebut karena sebelumnya tidak mendapat informasi mengenai kondisi kesehatan Jarwansah.
“Selamat jalan adikku Jarwansah, penyair yang mengurus bencana negeri sepenuh hati,” tulis Sulaiman Juned dalam ungkapan dukanya di dinding Facebook-nya, Minggu (20/9/2026).
Hubungan keduanya telah terjalin sejak masa kuliah di FKIP Universitas Syiah Kuala (USK), Darussalam, Banda Aceh. Jarwansah kemudian dipercaya menjadi Ketua Sanggar Cempala Karya (Ceka) Banda Aceh, sanggar yang didirikan Sulaiman Juned.
Pada 1990, keduanya juga mendirikan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Nol Universitas Syiah Kuala. Aktivitas di dunia kesenian tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan persahabatan mereka.
Selain berkesenian, Jarwansah dan Sulaiman pernah bersama-sama menggeluti dunia jurnalistik. Keduanya menjadi bagian dari Warta Unsyiah, koran kampus Universitas Syiah Kuala. Mereka juga pernah menjadi staf Humas Universitas Syiah Kuala.
Bagi Sulaiman, hubungan dengan Jarwansah bukan sekadar hubungan antarteman atau sesama aktivis. Keduanya pernah tinggal dan menjalani kehidupan bersama dalam waktu yang cukup lama.
“Jarwansah lama bersama saya, tinggal bersama, hidup bersama,” tulis Sulaiman.
Meski kemudian berdomisili di kota berbeda, komunikasi keduanya tetap terjalin. Jarwansah menetap dan bekerja di Jakarta, sedangkan Sulaiman berada di Padang Panjang. Keduanya masih sering berkomunikasi melalui telepon dan WhatsApp.
Sulaiman mengatakan, setiap kali berkunjung ke Jakarta, ia selalu menyempatkan diri singgah ke tempat Jarwansah. Sebaliknya, ketika mendapat tugas ke Sumatera Barat, Jarwansah juga kerap menyempatkan diri berkunjung ke kediaman Sulaiman di Padang Panjang.
Jarwansah dikenal sebagai putra Aceh yang lahir di Kutacane, 30 Agustus 1970. Dalam perjalanan hidupnya, ia dikenal sebagai pekerja keras yang menggeluti dunia kepenulisan dan jurnalistik sebelum kemudian berkiprah dalam bidang penanggulangan bencana.
Kariernya di BNPB menempatkannya dalam pekerjaan yang berkaitan dengan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Bagi Sulaiman, pengabdian Jarwansah menunjukkan perhatian yang besar terhadap kehidupan masyarakat yang terdampak bencana.
“Dirimu tak henti mengurus kehidupan orang lain dalam bencana, bahkan setelah bencana,” tulis Sulaiman.
Kepergian Jarwansah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta orang-orang yang pernah berjalan bersamanya dalam dunia jurnalistik dan kesenian.
Sulaiman menyampaikan belasungkawa kepada istri almarhum, anak-anak, dan seluruh keluarga yang ditinggalkan. Ia mendoakan agar keluarga diberikan kekuatan menghadapi kehilangan tersebut.
“Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu,” tulis Sulaiman.
Ia juga berharap seluruh pengabdian Jarwansah selama hidup menjadi amal yang menyertainya dalam perjalanan menuju keharibaan Allah SWT.
“Selamat jalan adikku Jarwansah. Semoga berada di surga Allah. Pengabdianmu tak henti untuk negeri. Kini tugasmu telah usai. Kembalilah ke peristirahatan terakhir dengan tenang menemui Sang Khalik,” tulisnya.
Sulaiman menutup ungkapan dukanya dengan doa agar Allah SWT mengampuni segala khilaf dan kesalahan Jarwansah serta menerima seluruh pengabdiannya sebagai amal kebaikan.
“Namamu akan selalu terukir di hati kami. Kami pun menunggu giliran. Amin ya Rabb. Al-Fatihah,” tulis Sulaiman Juned.
Sementara itu, Pembina Kuflet, Muhammad Subhan, juga turut menyampaikan duka cita yang mendalam. Meski jarang berkomunikasi dengan almarhum, ia kenal dengan sosok almarhum.
“Almarhum juga salah seorang kurator dalam buku Kumpulan puisi ‘Air Mata Sumatera’ yang diterbitkan Kuflet yang diluncurkan Januari 2026 lalu di Padang Panjang,” ujar Muhammad Subhan.
Dia turut berdoa semoga almarhum husnul khatimah, diterima amal ibadah, dan keluarga yang tinggal diberi kekuatan dan kesabaran. Al-Faatihah.
Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Supriadi Buraerah























































