BALIKPAPAN, InsertRakyat.com – Founder Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Olalaa sekaligus Ketua PD Forum TBM Kabupaten Pasaman Barat, Sumira Putri, menghadiri Temu Pegiat TBM Nasional ke-2 yang berlangsung pada 6–8 November 2026 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Samarinda, Kalimantan Timur.
Keikutsertaan Sumira menjadi kesempatan untuk membawa gerakan literasi Pasaman Barat ke forum nasional, memperluas jejaring, serta berbagi pengalaman dengan pegiat taman bacaan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
“Saya hadir di Temu Pegiat TBM Nasional ini bukan hanya untuk belajar dan berbagi pengalaman, tetapi juga membawa semangat gerakan literasi dari Pasaman Barat. Saya berharap pertemuan ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, sehingga pengalaman dan gagasan yang diperoleh dapat kami bawa pulang untuk memperkuat gerakan literasi di tengah masyarakat,” ujar Sumira kepada InsertRakyat.com, Kamis (5/11/2026).
Sumira tiba di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kamis (5/11/2026) sore, setelah menempuh perjalanan udara dari Sumatera Barat.
Berangkat seorang diri dari Bandara Internasional Minangkabau pukul 08.55 WIB, Sumira terlebih dahulu transit di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Pesawat yang ditumpanginya mendarat pukul 11.00 WIB.
Di Bandara Soekarno-Hatta, Sumira bergabung dengan dua pegiat literasi dari Bangka Belitung, yakni Rita, Ketua PW Forum TBM Bangka Belitung, dan Rabian, Sekretaris PW Forum TBM Bangka Belitung.
Ketiganya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Balikpapan menggunakan penerbangan pukul 13.50 WIB dan tiba di Bandara Sepinggan pukul 16.50 WITA.
Kedatangan mereka disambut Kusniwati dan Dwi, pendiri TBM Rumah Dilan, Balikpapan. Sambutan hangat tersebut menjadi awal silaturahmi dengan pegiat literasi setempat sebelum mengikuti rangkaian kegiatan nasional.
Membawa Semangat Literasi Pasaman Barat
Bagi Sumira, keikutsertaannya dalam Temu Pegiat TBM Nasional bukan sekadar menghadiri kegiatan, tetapi juga membawa semangat gerakan literasi yang tumbuh di Pasaman Barat.
Sebagai Ketua TBM Olalaa, ia berkomitmen terus mengembangkan budaya baca dan kegiatan literasi di tengah masyarakat. Sementara sebagai Ketua PD Forum TBM Pasaman Barat, kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pengalaman dan praktik gerakan literasi daerah kepada pegiat dari berbagai wilayah.
“Jarak yang jauh dari Pasaman Barat ke IKN tidak menyurutkan semangat kami untuk terus bergerak. Literasi tumbuh melalui pertemuan, kolaborasi, dan kerja nyata. Saya ingin membawa pulang pengalaman serta inspirasi dari forum ini untuk mengembangkan gerakan literasi di daerah,” kata Sumira.
Pertemuan nasional ini menjadi ruang untuk belajar, bertukar gagasan, membangun kolaborasi, serta mencari inspirasi bagi pengembangan taman bacaan masyarakat.
Gerakan literasi, menurut Sumira, tidak cukup hanya dengan menyediakan buku dan mengajak masyarakat membaca. Gerakan ini membutuhkan pertemuan, kerja sama, pertukaran pengalaman, serta aksi nyata yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Perjalanan dari Sumatera Barat, pertemuan dengan pegiat literasi Bangka Belitung, hingga sambutan hangat di Balikpapan menjadi bagian dari jejaring yang memperkuat gerakan literasi lintas daerah.
Dari Pasaman Barat, Sumira Putri membawa semangat untuk terus bergerak, belajar, dan berkolaborasi demi kemajuan literasi Indonesia.
Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Muhammad Subhan

























































