BULUKUMBA, INSERTRAKYAT.COM – UPT ASDP Pelabuhan Bira menggelar Coffee Morning bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi teknis, pelaku pelayaran, nelayan, dan lembaga kontrol sosial untuk membahas pengembangan serta peningkatan pelayanan pelabuhan, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Erwin, dan Plt. Kepala UPT ASDP Pelabuhan Bira, Ir. Hj. Andi Nur Diyana, S.T., M.Si.

Sejumlah peserta lainnya berasal dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bulukumba, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Selayar, UPP Kelas II Bulukumba, Kecamatan Bontobahari, Polairud Bira, TNI AL, KP3, UPT Pariwisata Tanjung Bira, Karantina Kesehatan, Karantina Indonesia, Pemerintah Desa Bira, perwakilan kapal Phinisi, dan koordinator nelayan.

Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando (GISK) juga mengikuti pertemuan tersebut.

Dalam kegiatan itu, para peserta membahas koordinasi pengelolaan pelabuhan, keselamatan pelayaran, ketertiban operasional, kebersihan, dan peningkatan kualitas pelayanan.

Plt. Kepala UPT ASDP Pelabuhan Bira, Andi Nur Diyana, membuka ruang komunikasi bagi seluruh peserta. Ia menyampaikan bahwa masukan, kritik, dan saran menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan pelabuhan.

Ketua Umum GISK, Andi Riyal, mengapresiasi keterbukaan UPT ASDP dalam melibatkan lembaga kontrol sosial.

“Atas nama GISK, kami mengapresiasi langkah Plt. Kepala UPT yang telah membuka ruang komunikasi. Kritik jangan dipandang sebagai ancaman, tetapi sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan dan perbaikan pelayanan publik,” kata Andi Riyal.

Ia menyatakan GISK siap menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus memberikan gagasan bagi pengembangan pelabuhan.

Andi Riyal juga meminta pengelola memperhatikan kepentingan nelayan, khususnya kebutuhan bongkar muat hasil tangkapan ikan, aktivitas kapal Phinisi, serta keselamatan dan ketertiban operasional.

“Jangan sampai kita berbicara tentang kemajuan pelabuhan, tetapi masih ada kepentingan masyarakat yang belum mendapatkan solusi. Pengembangan pelabuhan harus berjalan beriringan dengan perlindungan kepentingan nelayan dan masyarakat pesisir,” tegasnya.

Andi Riyal berharap UPT ASDP dan seluruh pemangku kepentingan menindaklanjuti hasil pertemuan melalui langkah konkret. GISK, katanya, siap menjadi mitra kritis dan konstruktif dalam mengawal pengembangan Pelabuhan Bira.

Pelabuhan Bira merupakan salah satu simpul transportasi laut di Kabupaten Bulukumba yang mendukung mobilitas penumpang, kegiatan ekonomi, dan pariwisata.

Melalui pertemuan tersebut, UPT ASDP dan para pemangku kepentingan diharapkan memperkuat koordinasi untuk meningkatkan keselamatan, ketertiban, dan kualitas pelayanan pelabuhan.

(Tim InsertRakyat.com).

BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI EDITORIAL