LIMA PULUH KOTA, InsertRakyat.com — Informasi sekolah tidak cukup hanya dikumpulkan dan disimpan. Ia perlu diolah menjadi tulisan yang menarik, informatif, dan mudah dipahami publik.
Atas kebutuhan itu, SMA Negeri 1 Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, menggandeng Sekolah Menulis elipsis untuk meningkatkan kompetensi Tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dalam penulisan publikasi.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam perjanjian (MoU) yang ditandatangani Kepala SMAN 1 Guguak Lisa Lazwardi, M.Pd. dan Founder Sekolah Menulis elipsis Muhammad Subhan di Dangung-Dangung, Sabtu (11/9/2026).
Melalui kerja sama ini, Tim PPID SMA Negeri 1 Guguak yang terdiri atas tenaga pendidik dan peserta didik akan mendapatkan bimbingan penulisan publikasi sepanjang kerja sama dilakukan.
Kepala SMA Negeri 1 Guguak, Lisa Lazwardi, mengatakan penguatan kemampuan publikasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan informasi sekolah.
“Informasi sekolah perlu disampaikan kepada masyarakat secara jelas dan baik. Karena itu, kemampuan menulis menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan informasi publik di sekolah,” kata Lisa.
Langkah tersebut sejalan dengan pengembangan layanan informasi SMAN 1 Guguak yang selama ini memanfaatkan website sebagai salah satu sarana komunikasi dengan masyarakat. Website sekolah juga secara aktif memuat berbagai informasi kegiatan, prestasi, dan program pendidikan.
Lisa berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat meningkatkan kemampuan tim dalam menghasilkan publikasi sekolah secara berkelanjutan.
Sementara itu, Muhammad Subhan mengatakan keterampilan menulis diperlukan agar informasi yang dimiliki sekolah tidak berhenti sebagai dokumentasi.
“Banyak kegiatan sekolah yang sebenarnya memiliki nilai berita. Tantangannya adalah bagaimana informasi itu diolah menjadi tulisan yang menarik, faktual, dan layak dibaca masyarakat,” ujar Muhammad Subhan yang juga penulis dan jurnalis InsertRakyat.com.
Menurut Muhammad Subhan, keterlibatan peserta didik dalam pengelolaan publikasi juga penting. Mereka dapat belajar menulis dari peristiwa yang berlangsung setiap hari di lingkungan sekolah.
“Sekolah adalah sumber cerita yang tidak pernah habis. Ada prestasi, kegiatan siswa, guru, lingkungan, hingga berbagai persoalan pendidikan. Semua itu bisa menjadi bahan tulisan jika dilihat dan ditulis dengan cara yang tepat,” kata penulis novel Rumah di Tengah Sawah (Balai Pustaka, 2022) ini.
Bagi SMAN 1 Guguak, kerja sama ini memperkuat langkah sekolah dalam membangun budaya informasi dan publikasi. Bagi Sekolah Menulis elipsis, program tersebut menjadi ruang untuk memperluas pembelajaran menulis kreatif di lingkungan pendidikan.
Dengan demikian, informasi sekolah tidak berhenti sebagai arsip. Ia dapat bergerak menjadi tulisan, dibaca masyarakat, sekaligus menjadi jendela untuk melihat denyut kehidupan pendidikan di SMAN 1 Guguak.
Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Supriadi Buraerah



















































