PASAMAN BARAT, InsertRakyat.com — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pondok Buku Olalaa menggelar Workshop Pembinaan Komunitas Literasi di Pendopo Yayasan Al-Mukhlisin, Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan ini diikuti 60 peserta yang terdiri atas ketua, pengurus, dan relawan dari 20 komunitas literasi se-Kabupaten Pasaman Barat.

Workshop yang menghadirkan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Forum TBM Sumatera Barat, Hasan Achari Harahap, tersebut menjadi penutup rangkaian program Penguatan Literasi Berbasis Budaya dan Komunitas.

Program ini difasilitasi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI melalui Bantuan Pemerintah untuk Komunitas Literasi (Banpem Komlit) 2026.

Berbeda dengan pelatihan pada umumnya yang hanya menyasar pimpinan organisasi, workshop ini sengaja melibatkan pengurus dan relawan lapangan.

“Strategi ini diterapkan agar pemahaman materi dan pengembangan program dapat ditransfer serta dieksekusi bersama secara kolektif,” ujar Sumira Putri, Founder TBM Pondok Baca Olalaa.

Dalam pemaparannya, Hasan Achari Harahap menekankan pentingnya perancangan program berbasis analisis kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, komunitas literasi tidak boleh sekadar membuat kegiatan berdasarkan keinginan internal, melainkan harus menjawab persoalan nyata di sekitar TBM agar dampaknya terasa langsung dan kontekstual.

Hasan juga mengapresiasi TBM Pondok Buku Olalaa yang merangkul berbagai elemen dalam struktur komunitas.

“Yang hadir tidak hanya ketua TBM, tetapi juga pengurus dan relawan. Dengan begitu, proses belajar berlangsung komprehensif,” kata Hasan.

Ia juga berpesan agar seluruh komunitas tetap aktif dalam jejaring Forum TBM sebagai wadah kolaborasi dan saling menguatkan.

Sumira Putri menambahkan, kegiatan ini dirancang sebagai sarana penguatan kapasitas sekaligus pemantik kembali semangat para pejuang literasi di lapangan.

“Ini menjadi wadah untuk ngecas semangat para pegiat. Kita tidak bergerak sendirian. Berbagai rintangan di lapangan adalah bagian dari proses. Yang terpenting, jangan berhenti,” ujar Sumira.

Ia berharap ruang perjumpaan ini dapat memperkokoh ekosistem dan kolaborasi antarkomunitas di Pasaman Barat.

Respons positif datang dari para peserta. Pengurus TBM Syafii NM Kinali, menyuarakan manfaat materi yang diterimanya.

Ia menilai pelatihan ini memberikan wawasan baru yang relevan untuk diterapkan di daerahnya, sekaligus menjadi ruang penyemangat bagi generasi muda yang aktif di dunia literasi.

Senada dengan itu, Ketua TBM Ya Bunayya, Wilda, menganggap pertemuan ini sebagai momentum langka untuk saling berbagi pengalaman dan memperluas jejaring antarpenyelenggara TBM se-Pasaman Barat.

Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Muhammad Subhan

Memuat berita terbaru...
🔊 Ketuk layar untuk mengaktifkan suara