MANGGARAI TIMUR, INSERTARAKYAT.com — Gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang. Nyawa, harta benda, hingga rasa aman seolah ikut terkubur bersama reruntuhan bangunan yang hancur.
Selepas gempa, bantuan berdatangan dari berbagai daerah. Pemerintah bergerak, begitu pula para relawan yang turun tangan atas dasar kemanusiaan. Namun, di tengah derasnya bantuan itu, muncul persoalan lain di lapangan: tidak semua wilayah terdampak mendapat bantuan dalam jumlah yang sama.
Ada wilayah yang mengalami kerusakan parah, tetapi justru menerima bantuan lebih sedikit. Sebaliknya, wilayah dengan dampak yang relatif ringan mendapat bantuan lebih banyak.
Kondisi seperti itu dirasakan warga Kelurahan Ulung Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Wilayah ini mengalami dampak cukup parah akibat gempa, tetapi bantuan yang masuk masih terbatas.
Persoalannya bukan semata-mata soal ketersediaan bantuan. Akses menuju Ulung Baras memang tidak mudah. Gempa juga membuat jaringan listrik dan komunikasi terganggu. Akibatnya, informasi tentang kondisi warga sulit keluar, sementara bantuan dari luar pun tidak mudah masuk.
Dalam situasi seperti itu, menyalahkan siapa pun tidak akan menyelesaikan persoalan. Yang dibutuhkan adalah inisiatif agar kebutuhan warga tetap tersampaikan dan bantuan bisa menjangkau mereka yang terdampak.
Di tengah keterbatasan itulah muncul gerakan dari dalam. Paulinus Tarjen (PT) wirausaha berusia 32 tahun asal Kampung Ngkarang, Kelurahan Ulung Baras, memilih untuk tidak tinggal diam.
Dengan sumber daya yang terbatas, Paulinus berusaha menggalang bantuan bagi warga di wilayahnya. Ia bahkan harus mencari lokasi yang masih memungkinkan untuk mengakses jaringan internet demi menyebarkan informasi mengenai kondisi warga dan minimnya bantuan yang diterima Ulung Baras.
Dari sana, ia mengupayakan bantuan melalui jalur mandiri. Usahanya perlahan membuahkan hasil. Bantuan mulai berdatangan dari berbagai sumber untuk warga Kelurahan Ulung Baras.
Setelah bantuan terkumpul, perjuangan Paulinus belum selesai. Ia harus menempuh perjalanan jauh menuju kota untuk membelanjakan uang bantuan tersebut. Setelah itu, bantuan dibawa kembali dan disalurkan kepada warga melalui medan yang tidak mudah.
Jalan rusak dan bebatuan menjadi bagian dari perjalanan yang harus dilaluinya. Jalan menuju wilayah tersebut bahkan belum beraspal sejak lama. Dalam kondisi itu, Paulinus tetap berusaha agar bantuan bisa menjangkau warga yang paling membutuhkan.
Saat dikonfirmasi oleh Wartawan Insertarakyat.com, ia (Paulinus), mengatakan (apa) yang dilakukannya ini sebagai tanggung jawab kepada sesama manusia. Menurutnya, memastikan tetangga, keluarga, dan warga Ulung Baras tidak merasa sendirian ketika menghadapi bencana jauh lebih istimewa dari (adanya;).
Kendati, menjadi relawan mandiri juga bukan pekerjaan tanpa tantangan. Salah satu persoalan yang kerap ditemui Paulinus di lapangan adalah kebingungan warga dalam membedakan sumber bantuan.
“Di lapangan, kami sering menemukan warga mengira semua bantuan berasal dari pemerintah. Padahal, ada juga yang berasal dari relawan mandiri dan anak-anak kampung yang berada di perantauan,” ujar Paulinus Tarjen, Sabtu siang.
Paulinus lalu berkomitmen menyalurkan bantuan kepada warga Ulung Baras dengan tetap memprioritaskan mereka yang paling menderita dan terdampak. Baginya, kondisi sulit yang dihadapi warga justru menjadi alasan untuk terus bergerak dan bekerja untuk kemanusiaan.
Esensi dari cerita Paulinus Tarjen menunjukkan bahwa ketika akses bantuan dari luar terhambat, harapan tidak harus ikut terhenti. Selalu ada kekuatan dari dalam yang bisa digerakkan untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Ulung Baras mungkin berada jauh dari pusat perhatian. Namun, di tempat itu ada orang-orang yang memilih bergerak ketika keadaan sedang sulit. Paulinus Tarjen adalah salah satunya.
Bencana memang dapat merusak bangunan dan bahkan merenggut nyawa. Namun, jangan sampai bencana juga menghilangkan rasa kemanusiaan dan semoga kursi empuk dibalik pintu kaca dalam ruangan elite, tidak terguling — akibatnya.
.
.
.
Penulis : Afrianus Juang.
Editor : Tim Insertarakyat.com.
Baca berita terbaru InsertRakyat.com langsung di WhatsApp. Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terpasang di HP, lalu buka Channel InsertRakyat.com dan klik Ikuti.





































































