Lina Syariyenti, S.Pd. Lahir di Kumpulan pada 15 Juli 1983. Seorang ASN Kementerian Agama yang bertugas sebagai guru di MTsN 4 Pasaman Barat. Selain aktif mengajar, ia adalah pendiri Rumah Baca “Buk Lina”, Ketua Yayasan Rumah Belajar “Buk Lina”, Pimpinan Bimbel “My Rubel” Pasaman Barat, serta Founder “My Rubel Motivation and Outbond” Center. Dedikasinya di dunia pendidikan membawanya meraih predikat Guru Berprestasi dan Guru Multi Talenta Kemenag, Pasaman Barat (2023), serta Penghargaan Penggerak Literasi dan Pendidikan dari Bupati Pasaman Barat (2026). Sebagai motivator anak, remaja, dan pendidikan, ia berpegang pada prinsip: “Orang hebat terlahir dari banyaknya kesulitan, kegagalan, dan air mata.”
Pongah
Sekuat kepalan menggenggam
ada masa jemari enggan bersekutu
Semanis lidah bersilat kata
ada saat mulut kelu memohon jeda
Sekukuh kaki menancap bumi
niscaya letih akan memekikkan diri.
Segala hal tak pernah paripurna
semua berpulang pada Sang Maha.
Pongah—hanya butiran debu
yang menyaru badai. Tersungkurlah
dalam sunyi, menjemput remuk yang pasti.
Simpang Empat, 2026
Lelaki dari Rahimku
Isak itu menyobek sunyi
tak memekik, tak pula
benar-benar senyap. Hanya rintih
rindu yang menagih dekapan hangat
peluk paling palung dari perempuan
yang ia panggil Ibu.
Surya dan rembulan silih berganti
entah berapa ribu kali mereka saling menyaksi
Hingga tangis mungil yang dulu ringkih
kini menjelma karang yang kukuh.
Lelaki yang lahir dari rahimku
tumbuh dengan keyakinan tunggal
bahwa akulah muara kepulangannya.
Seorang lelaki yang bersedia hadir
menambal luka dan kurangku sebagai manusia.
Pasaman Barat, 2026
Kuseduh Kopi Bersama Benci
Kuseduh hitam kopi menyambut fajar
menghirup napas pagi yang masih murni
Sisa mimpi semalam masih mengerak
kerak kehampaan yang lama mengendap
melekat, begitu lekat.
Kugeser vas bunga di atas meja
yang sekian lama asing bagi cangkir kopiku
Kupindahkan ia tanpa ragu, seperti arus
yang melupa, tak lagi peduli kabar di hulu.
Ada remah rindu yang berserakan
lalu membusuk menjadi benci
Aku tak lagi ingin bertatap muka.
Biarlah rindu ini lumat, meski pada akhirnya
ia tetap luruh. Hanya selembar tisu
yang tahu, bagaimana rindu
bersalin rupa menjadi benci.
Pasaman Barat, 2026
Penulis: Lina Sy.
Editor: Tiara Nursyita Sariza
Catatan Redaksi:
BILIK ELIPSIS adalah ruang sastra/literasi yang dikelola Majalah Digital elipsis bersama Sekolah Menulis elipsis bekerja sama dengan koran digital InserRakyat.com. Terbit setiap pekan, menayangkan cerpen, puisi, dan esai terkurasi. Kirim naskah ke BILIK ELIPSIS via surel: majalahelipsis@gmail.com.






























































