PASAMAN BARAT, InsertRakyat.com — Dua pegiat literasi Sumatera Barat asal Kabupaten Pasaman Barat, Muhammad Subhan dan Joel Pasbar, mengunjungi Rumah Baca Carano Kato di Jorong Lubuak Pudiang, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (22/8/2026).

Rumah Baca Carano Kato dikelola Devi Indra, S.Pd., seorang guru, dan menjadi salah satu kantong literasi yang tengah tumbuh di Pasaman Barat.

Rumah baca tersebut berada di tengah kawasan perkebunan sawit dan menjadi ruang belajar bagi anak-anak di sekitarnya.

Muhammad Subhan, penulis yang bermukim di Kota Padang Panjang yang juga pendiri Sekolah Menulis elipsis, turut membina Rumah Baca Carano Kato. Saat ini, rumah baca tersebut mendampingi anak-anak usia sekolah dasar hingga SMP melalui berbagai kegiatan, seperti membaca buku, menulis, serta aktivitas kreatif.

Dalam kunjungan itu, Muhammad Subhan berdialog dan bercengkerama dengan anak-anak sekaligus memberikan hadiah bagi peserta kegiatan lomba kreatif.

Sementara itu, Joel Pasbar menyumbangkan sejumlah buku untuk menambah koleksi bacaan Rumah Baca Carano Kato.

Meski demikian, koleksi buku cerita anak di Rumah Baca Carano Kato masih terbatas.

Pengelola berharap adanya dukungan dan donasi buku, terutama bacaan anak yang sesuai dengan kebutuhan pembaca usia sekolah.

Sebelumnya, Rumah Baca Carano Kato juga mendapat penguatan koleksi melalui program buku bergulir dari TBM Pondok Baca Olalaa.

Ketua Forum Pegiat Literasi Pasaman Barat, Denni Meilizon, melalui TBM Roemah Boekoe yang dikelolanya, juga berencana menyalurkan buku bergulir ke Rumah Baca Carano Kato.

“Kita dukung kantong-kantong literasi yang tumbuh di Pasaman Barat,” ujar Denni Meilizon.

Saat ini, Forum Pegiat Literasi (FPL) Pasaman Barat tengah berupaya menargetkan 900 kantong literasi yang berdiri dan beraktivitas menguatkan literasi masyarakat Pasaman Barat.

Kantong-kantong literasi itu terdiri dari taman bacaan, perpustakaan nagari/desa, perpustakaan kelurahan, perpustakan masjid/musala, dan pojok-pojok baca.

“Bersama-sama kita wujudkan, insyaallah,” ujar penulis buku Kidung Pengelana Hujan (2012), Siluet Tarian Indang (2013), Hidangan Pembuka: Puisi-Puisi 2015-2018 (2021), Lelaki Rambut Bawang, dan beberapa lainnya itu.

Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Supriadi Buraerah