HARAU, InsertRakyat.com – Perpustakaan dan Rumah Belajar (PRB) Kaniak, Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, menghadirkan dua penulis nasional dalam Workshop Kepenulisan Berbasis Budaya Lokal yang berlangsung pada 1–2 Agustus 2026.
Kegiatan itu merupakan bagian dari Program Penguatan Literasi Berbasis Budaya dan Komunitas Tahun 2026 yang didukung Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Dua narasumber yang dihadirkan PRB Kaniak adalah Muhammad Subhan, penulis, jurnalis, pegiat literasi, sekaligus Founder Sekolah Menulis elipsis, serta Wulan Mulya Pratiwi, penulis buku cerita anak.
Keduanya akan membagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam mengembangkan karya tulis yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
Workshop ini direncanakan dibuka Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Rahmat, S.Ag., M.Hum. Kegiatan tersebut juga akan dihadiri Ketua Pengurus Daerah Forum TBM Kabupaten Lima Puluh Kota Fitriandi, M.Pd.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan memperoleh materi yang dirancang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga meningkatkan keterampilan menulis.
Hari pertama difokuskan pada penulisan artikel berbasis budaya lokal, pengenalan konsep budaya lokal dalam literasi, eksplorasi sumber ide, teknik dasar penulisan artikel, praktik menulis, hingga presentasi dan evaluasi karya peserta.
Sementara itu, hari kedua mengangkat tema penulisan cerita anak berbasis budaya lokal. Peserta akan mempelajari karakteristik cerita anak, teknik mengadaptasi budaya lokal ke dalam cerita, membangun tokoh, menyusun alur, penggunaan bahasa yang sesuai dengan pembaca anak, hingga praktik menyusun draf cerita anak.
“Melalui workshop ini, panitia menargetkan lahirnya sedikitnya 32 artikel berbasis budaya lokal dan 32 draf cerita anak hasil karya peserta. Karya-karya tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui tulisan,” ujar Yosi Gumala, founder PRB Kaniak kepada InsertRakyat.com, Jumat (31/7/2026).
Diungkapkan Yosi, rumah belajar tersebut tidak hanya menggelar kegiatan insidental, tetapi juga memiliki beragam program literasi yang berlangsung secara rutin. Setiap Senin hingga Jumat, PRB Kaniak membuka kegiatan membaca, menulis, serta menceritakan kembali isi buku yang telah dibaca siswa. Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00–18.00 WIB itu juga disertai bimbingan bagi anak-anak yang belum mampu membaca.
Selain itu, PRB Kaniak mengadakan kegiatan read aloud sebanyak dua kali dalam sepekan. Program serupa juga digelar setiap Minggu pagi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) melalui lapak baca bekerja sama dengan komunitas RALIKO yang dipimpin Ketua Umum Melinda.
Program pemberdayaan masyarakat juga menjadi perhatian PRB Kaniak. Setiap bulan, taman bacaan tersebut memfasilitasi kegiatan bagi kaum ibu berupa latihan rebana dan pembinaan Bundo Kanduang sesuai dengan program yang telah disusun.
Sementara bagi anak-anak, tersedia kegiatan bulanan seperti lomba mewarnai, pelatihan menulis kreatif, dan pembacaan puisi untuk menumbuhkan minat baca serta mengembangkan kreativitas.
Dalam memperluas jangkauan layanan literasi, PRB Kaniak juga membuka lapak baca di sejumlah sekolah di sekitar wilayah Harau. Di bidang kesehatan, PRB Kaniak menjalin kerja sama dengan STIKes untuk menyelenggarakan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Selain itu, edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba juga rutin diberikan melalui kegiatan penyuluhan. (fit)
Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Supriadi Buraerah
