Riami. Mengajar di SMPN 2 Pakisaji Malang, Jawa Timur. Menganyam kata-kata menjadi Bahagia. Berkarya di Kompasiana.com, Tiras Time, dan media online lain serta beberapa majalah antara lain elipsis dan HOMAGI. Menulis beberapa buku antara lain Drama Fantasi Catatan Harian Belajar di Bukit Nuris, Kisah Romansa di Negeri Awan (Kumpulan Puisi), Pelangi Kerinduan (Kumpulan Puisi), Serpihan-Serpihan Kisah Kita (Kumpulan Cerpen), Sajak Biru (Kumpulan puisi), Tentang Matahari (Kumpulan Puisi) yang diterbitkan oleh Gue Pedia, J-Maestro, Laa Tahzan, dan Hyang Pustaka. Menulis buku solo kumpulan puisi Asmaul Husna dan Pukul 00.00 (heksagraf /cerpen enam paragraf) diterbitkan oleh J-maestro; Saat Jadi Sepatu (Kumpulan Senandika) diterbitkan J-Maestro. Memimpin nubar puisi dan pentigraf di penerbit J-Maestro. Menulis berbagai antologi bersama antara lain puisi, Cernak, cerpen dan Artikel. Cernaknya pernah dimuat di majalah Kedaulatan Rakyat Jogja, Nusantara Bertutur dan majalah digital elipsis. Tahun 2024 masuk 200 puisi terpilih se-Asia Tenggara. Aktif berkegiatan di Sekolah Menulis elipsis, Asqa Imagination School (AIS), Competer Indonesia, Competer Cabang Malang dan J-Maestro.
Nyanyian Januari
Engkau sekumpulan tangga nada
Tak henti melagukan bait-bait kata
Menyentuh sanubari
Hingga kuntum-kuntum hati
Berjatuhan setiap kali
Bisikmu melewati pori-pori
Menumbuhkan melodi
Yang tak pernah merutuki sunyi
Kau datang, Januari dalam huruf alif
Kau melangkah pergi melewati huruf kho
Lalu aku menikmati hari dari Alif hingga jim
Tiba-tiba kau datang lagi
Katamu kita teruskan hingga Januari tahun tak terhingga
Aku tertegun pikatmu
Yang kembali memikat jantung ini
Bukit Nuris, 20 Januari 2026
𝗦𝗶𝘀𝗮 𝗛𝘂𝗷𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗗𝗮𝘂𝗻 𝗞𝘂𝗻𝘆𝗶𝘁
Seperti inikah kenangan, menempel bening, lalu meresap ke dalam jiwa
Pelan-pelan menembus pori
Menelusuri rindu yang kian jauh ke teluk rasa
Mendiami kota hati paling sunyi
Membuat aku dalam gejolak
Memujamu diam-diam
Cinta adalah sihir
Yang meneteskan embun di daun kunyit untukku
Sebagai anti inflamasi
Bukit Nuris, 10 Februari 2026
Lebaran di Telapak Kaki Ibu
Takbir menggema, kaki ibu sunyi
Nadi berdenyut di ujung jari
Kian lenggang jalan menuju tumit
Dulu telapakmu adalah penjelajah, di musim ikhtiar
Hingga menguat urat kasih sayang
Kini, rambut di kaki menjadi jembatan dalam mengabdi
Kadang susah sekali kulewati
Aku tergelincir dalam kelemahanmu yang bertambah
Lalu mencipta jarak kunjungan
Bukit Nuris, 23 Maret 2026
Bediding
Di atas lembar daun-daun tebu
Wajah menggigil serupa salju tipis di lereng semeru
Inginku untuk bertemu pun jadi beku
Kulihat jantungmu telah lama menjadi salju
Detaknya dingin, tak ada deru
Daun-daun kering, menguning
Lepas melepas ikhlas
Sejauh maumu
Sebab di hati bintang bukan lagi kamu
Tapi serpihan hati yang berserah pada pemilik ngilu
Bukit Nuris, 16 Juli 2026
Penulis: Riami
Editor: Likin At Tamimi
Catatan Redaksi:
BILIK ELIPSIS adalah ruang sastra/literasi yang dikelola Majalah Digital elipsis bersama Sekolah Menulis elipsis bekerja sama dengan koran digital InserRakyat.com. Terbit setiap pekan, menayangkan cerpen, puisi, dan esai terkurasi. Kirim naskah ke BILIK ELIPSIS via surel: majalahelipsis@gmail.com.


















































