MANGGARAI TIMUR, InsertRakyat.com Di tengah roda pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kabinet Merah Putih, anak-anak Mondo dan Padir Wa’i di NTT masih harus berjalan tiga kilometer demi mendapatkan air bersih. Rabu.

Setiap hari, sebelum berangkat dan sepulang sekolah, mereka belum bisa langsung bermain atau beristirahat. Anak-anak harus membantu orang tua menuju mata air Wae Rii untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kedua kampung itu berada di Kelurahan Ulung Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekitar 200 jiwa mengandalkan mata air tersebut sebagai sumber air sehari-hari.

Jarak tiga kilometer bukan satu-satunya persoalan. Warga harus melewati medan terjal dan licin, sementara debit mata air belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.

Warga mengatakan mereka harus menunggu air setiap hari. Penantian itu terkadang berlangsung sejak malam, dini hari, subuh, hingga siang.

“Setiap hari kami harus menunggu air. Kami berjalan sekitar tiga kilometer baru sampai di sumber mata air,” ujar seorang warga kepada InsertRakyat.com.

Beban itu juga dipikul anak-anak. Sepulang sekolah, mereka membawa jeriken berukuran 5 liter menuju mata air Wae Rii.

“Setiap hari kami harus membantu orang tua,” ujar salah seorang anak kepada InsertRakyat.com.

Sebagian anak bahkan harus bolak-balik mengambil air dua hingga tiga kali sehari. Waktu untuk bermain, beristirahat, dan belajar ikut tersita.

Mayoritas warga Mondo dan Padir Wa’i bekerja sebagai petani. Setelah bekerja di kebun, mereka masih harus mencari air untuk mandi, mencuci, dan memasak.

Saat musim kemarau, kondisi semakin berat. Warga harus menunggu lebih lama dan sebagian membeli air ketika memiliki uang lebih.

Hingga kini, kedua kampung tersebut belum mendapat layanan perusahaan air minum. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait menghadirkan solusi agar akses air bersih tidak terus menjadi beban keluarga.

Kendati demikian, sambungan dalam jaringan (daring) komunikasi Presiden RI dan Menteri masih terkesan cuek atas persoalan daerah tersebut. Bahkan InsertRakyat.com telah memberikan kabar gembira yang diharapkan oleh warga. Hanya saja hingga Rabu pagi harapan warga belum terjawab sepenuhnya. Petinggi negara hanya enteng berkata ” Terima Kasih Informasinya “. Mereka tidak memberikan kepastian atas solusinya.

Tim Liputan InsertRakyat.com
NTT: Afri Juang
Editor : Tim Redaksi