AGAM, InsertRakyat.com — Puluhan pelajar, mahasiswa, guru, dan pegiat komunitas literasi mengikuti pelatihan penulisan puisi berbasis budaya lokal di Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Baca Habibah ini menghadirkan penulis sekaligus pendiri Sekolah Menulis elipsis, Muhammad Subhan, sebagai narasumber.

Pelatihan berlangsung interaktif. Selain menerima materi, para peserta langsung mempraktikkan cara menggali ide hingga mengolahnya menjadi karya puisi.

Dalam pemaparannya, Muhammad Subhan menekankan pentingnya unsur citraan dalam karya puisi.

Menurutnya, citraan bertugas menghadirkan pengalaman, suasana, maupun peristiwa agar dapat dirasakan oleh pancaindra pembaca.

“Menulis puisi bisa dimulai dari apa yang dilihat, didengar, dirasakan, atau dialami. Tidak perlu menunggu kata-kata yang dianggap indah,” kata Muhammad Subhan.

Ia menambahkan, puisi yang kuat tidak selalu lahir dari pilihan kata yang rumit.

Penulis justru bisa mengolah objek yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Unsur penglihatan, misalnya, dapat menggambarkan hamparan sawah, rumah gadang, atau keindahan lereng Gunung Singgalang.

Sementara unsur pendengaran dapat menghadirkan dentang talempong atau alunan azan dari surau.

Pada sesi praktik, peserta diajak mengeksplorasi kekayaan alam, tradisi, dan kehidupan sosial Nagari Pakan Sinayan ke dalam larik-larik puisi.

Pendiri TBM Rumah Baca Habibah, Rizki Oktaviani, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan satu dari tiga program literasi yang terlaksana berkat dukungan hibah Komlit Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Ia menyebutkan, nama Rumah Baca Habibah diambil dari nama putrinya. Taman bacaan yang berdiri di kaki Gunung Singgalang tersebut berfokus menyediakan ruang belajar kreatif dan meningkatkan kegemaran membaca serta menulis bagi generasi muda setempat.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan kunjungan Muhammad Subhan beserta beberapa peserta ke lokasi Rumah Baca Habibah untuk meninjau koleksi buku dan berdiskusi mengenai pengembangan literasi daerah.

Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Supriadi Buraerah