JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM — Pemerintah menggunakan Indeks Modal Manusia (IMM) untuk membaca potensi produktivitas manusia melalui tiga dimensi pembangunan.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menjelaskan kerangka tersebut saat Peluncuran Angka IMM Tahun 2025 dan Pedoman Penghitungan IMM di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Senin (31/8/2026).
IMM mengukur tiga aspek utama, yakni kelangsungan hidup, pendidikan, dan kesehatan.
Ketiga dimensi tersebut menjadi dasar untuk melihat kapasitas manusia dalam berkembang menjadi sumber daya yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
“IMM mengukur potensi produktivitas manusia melalui tiga dimensi utama, yaitu kelangsungan hidup, pendidikan, dan kesehatan,” ujar Wiyagus.
Ia menilai pembangunan manusia harus berlangsung sejak awal kehidupan dan membutuhkan intervensi berkelanjutan.
Dalam bidang pendidikan, pemerintah perlu melihat kualitas pembelajaran, bukan hanya mengukur capaian berdasarkan lama sekolah.
Sementara itu, penguatan kesehatan perlu dimulai sejak awal kehidupan agar manusia memiliki fondasi yang mendukung produktivitas pada masa mendatang.
Kerangka IMM kemudian dapat membantu pemerintah daerah menentukan intervensi sesuai kondisi masyarakat dan karakteristik wilayah.
Kemendagri akan mengawal penerapan kebijakan tersebut melalui sinkronisasi program pusat dan daerah serta pemenuhan Standar Pelayanan Minimal.
Wiyagus berharap penggunaan IMM mampu memperkuat kualitas pembangunan manusia sekaligus mengurangi kesenjangan capaian antardaerah.
“Pembangunan IMM harus dilakukan secara berkelanjutan sejak awal kehidupan,” imbuhnya.
Penulis: Syamsul Bahri
Editor : Supriadi Buraerah



































































