SEMARANG, INSERTRAKYAT.com — Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus meminta kepala daerah terus belajar regulasi pengelolaan keuangan negara untuk mencegah korupsi.
Pesan itu disampaikan Wiyagus saat memberikan keynote speech dalam Rapat Koordinasi Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Pencegahan Korupsi di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).
Wiyagus menilai kepala daerah memiliki latar belakang beragam. Sebagian berasal dari dunia politik dan usaha sehingga perlu memahami aturan pengelolaan keuangan publik.
Menurut Wiyagus, pemahaman terhadap regulasi menjadi salah satu perlindungan bagi kepala daerah dalam menjalankan pemerintahan.
“Jadi belajar, belajar, dan belajar karena semua risiko ada di kepala daerah,” tegas Wiyagus.
Ia menjelaskan Kemendagri tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan. Kemendagri juga memiliki fungsi pembinaan agar pemerintah daerah bekerja sesuai koridor hukum.
Pembinaan tersebut diarahkan untuk membentuk pimpinan daerah yang berintegritas, adaptif, dan mampu bekerja secara kolaboratif.
Wiyagus mengatakan penguatan tata kelola pemerintahan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita ke-7. Agenda tersebut mencakup reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi.
Rakor di Semarang menjadi klaster ketiga dari sepuluh rangkaian edukasi pencegahan korupsi. Program tersebut dirancang Kemendagri bersama KPK, BPKP, dan LKPP.
Dalam kesempatan itu, Wiyagus juga mengingatkan empat dimensi yang perlu diperhatikan pemerintah daerah. Keempatnya mencakup kepemimpinan dan politik, kebijakan tata kelola, pengawasan dan akuntabilitas, serta integritas.
Ia meminta pimpinan dan aparatur daerah mengenali titik rawan dalam setiap siklus pemerintahan. Perubahan paradigma juga dinilai perlu dimulai dari tingkat individu.
“Mudah-mudahan setelah kegiatan ini tidak ada lagilah kepala daerah yang berkaitan dengan masalah hukum,” ujar Wiyagus.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, serta Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X.
.
Penulis : Anggytha
Editor : Zamroni
Saluran Whatsapp Insert Rakyat






























































