JAKARTA, INSERTRAKYAT.com — Ustadz Adi Hidayat membagikan sejumlah pesan dakwah melalui kanal WhatsApp pribadinya pada 10 hingga 11 Agustus 2026, yang berisi ajakan mengingat Allah, bersyukur, ikhlas, berdoa, bertawakal, menjaga akhlak, dan berbuat baik kepada sesama.
Pesan tersebut disampaikan dalam beberapa unggahan sepanjang 10 Agustus hingga pagi 11 Agustus 2026. Isinya berangkat dari ketenangan hati dan berlanjut pada sikap yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam salah satu pesan pada 10 Agustus pagi, Ustadz Adi Hidayat mengutip QS. Ar-Ra’d ayat 28:
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”
Pesan itu kemudian dilanjutkan dengan ajakan untuk melihat kebaikan dalam setiap keadaan melalui rasa syukur.
“Syukur mengajarkan kita untuk melihat kebaikan dalam setiap keadaan,” tulisnya.
Ia juga menyampaikan pesan mengenai keikhlasan. Dan ikhlas berarti melakukan sesuatu hanya karena Allah semata.
Pada pesan berikutnya, Ustadz Adi Hidayat mengingatkan agar doa disampaikan dengan keyakinan.
“Berdoalah dengan yakin, karena Allah Maha Mendengar.”
Ia kemudian mengaitkan doa dengan tawakal setelah seseorang menjalani ikhtiar.
Pesan dakwah berikutnya menyentuh akhlak dan pengendalian diri. Ia menulis bahwa akhlak yang baik merupakan investasi untuk akhirat dan kemampuan menahan amarah merupakan tanda kekuatan.
“Akhlak yang baik adalah investasi untuk akhirat.”
“Menahan amarah adalah tanda kekuatan yang sejati.”
Pada 10 Agustus malam, Ustadz Adi Hidayat kembali menyampaikan pesan tentang rasa cukup. Ia mengaitkannya dengan ketenteraman hati serta sikap menjauh dari iri dan dengki.
“Nikmat yang paling indah adalah ketika kita merasa cukup dengan apa yang ada. Dengan merasa cukup, hati akan selalu damai dan jauh dari sifat iri dengki.”
Rangkaian pesan itu berlanjut pada 11 Agustus pagi dengan ajakan melakukan kebaikan sederhana kepada sesama.
“Senyum yang tulus kepada saudaramu adalah sedekah yang paling mudah dan murah.”
Jika dirangkum, pesan-pesan tersebut menghubungkan ketenangan hati dengan sejumlah sikap, mulai mengingat Allah, bersyukur, ikhlas dalam berbuat, yakin ketika berdoa, bertawakal, menjaga akhlak, menahan amarah, merasa cukup, serta berbagi kebaikan kepada sesama.
Rangkaian dakwah itu disampaikan melalui pesan-pesan singkat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dengan ketenangan hati sebagai salah satu pokok bahasan yang menghubungkan setiap nasihat.
Reporter : Wahyu
Editor : Tim Redaksi








































