PINRANG, INSERTRAKYAT.com — SMKN 10 Pinrang mengembangkan budidaya ikan sebagai salah satu kegiatan pemanfaatan lingkungan sekolah yang dilakukan secara mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut berlangsung di kolam berukuran sekitar 6×3 meter yang berada di lingkungan sekolah. Kolam itu diisi ratusan bibit ikan dan dikelola secara aktif, sehingga setelah ikan dipanen, kolam kembali diisi dengan bibit baru.
Junaidi, ST, guru produktif Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKN 10 Pinrang, mengatakan budidaya ikan tersebut merupakan kegiatan mandiri sekolah.
“Ikan dibudidayakan secara berkelanjutan, setelah dipanen, kita isi lagi. Budidaya dilakukan dengan sistem mandiri murni kegiatan sekolah, sebagai pemanfaatan,” ujar Junaidi saat diwawancarai wartawan InsertRakyat.com, Kamis, 17 September 2026.
Selain mengajar pada program keahlian TSM, Junaidi turut aktif dalam pengelolaan budidaya ikan di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut memanfaatkan area sekolah untuk aktivitas produktif di luar kegiatan pembelajaran utama.
SMKN 10 Pinrang berdiri sejak 2015. Sekolah tersebut memiliki sekitar 200 siswa dengan tenaga pendidik dan kependidikan sekitar 30 orang.
Selain Teknik Sepeda Motor, sekolah memiliki sejumlah program keahlian, di antaranya Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Administrasi Perbankan, serta Akuntansi.
Kolam ikan berada di salah satu bagian lingkungan sekolah, berseberangan dengan lapangan yang terdapat tiang bendera Merah Putih. Aktivitas budidaya tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan lingkungan sekolah untuk kegiatan produktif yang dikelola secara mandiri.
Kepala SMKN 10 Pinrang saat ini dijabat Alimuddin. Baik Alimuddin dan Junaidi saat ditemui wartawan di sekolah nampak ramah dan bersahabat. Sementara lingkungan Sekolah memerlukan pagar.
(Tim InsertRakyat.com).



















































