SOLOK, INSERTRAKYAT.com — Operasional angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Tipe A Bareh Solok, Sumatera Barat, tetap berjalan setelah banjir bandang melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Senin (21/9/2026) malam.
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Barat menyatakan perjalanan bus AKAP tetap berlangsung dengan pengalihan rute pada sejumlah perjalanan yang melintasi kawasan terdampak.
Kepala BPTD Kelas II Sumatera Barat Deddy Gusman mengatakan, berdasarkan pemantauan operasional pada Selasa (22/9) dan konfirmasi dengan sejumlah perusahaan otobus (PO), layanan AKAP masih berjalan.
“Karena banjir bandang terjadi pada malam hari, operator angkutan telah mengambil langkah cepat untuk mengalihkan rute. Bus AKAP yang melakukan perjalanan pada pagi hingga siang hari telah menggunakan jalur alternatif untuk menghindari titik yang masih dalam proses penanganan dan pembersihan material di kawasan Arosuka,” kata Deddy dalam keterangan kepada InsertRakyat.com, Rabu (23/9).
Menurut Deddy, sejumlah bus menggunakan jalur alternatif melalui Pintu Angin maupun Lembah Anai. Pengalihan rute tersebut dilakukan agar perjalanan penumpang tetap berlangsung sambil menghindari titik yang masih ditangani setelah banjir.
Sementara itu, jalur Sitinjau Lauik arah Solok juga disebut sudah dapat dilalui bus AKAP rute Padang–Jakarta. Kondisi arus lalu lintas di jalur tersebut terpantau kembali normal.
Data BPTD Kelas II Sumatera Barat mencatat, pada Selasa (22/9), sedikitnya 30 bus dengan 636 penumpang datang atau melintas di Terminal Tipe A Bareh Solok.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan catatan pada Senin (21/9), ketika 36 bus dengan 787 penumpang tercatat datang atau melintas di terminal tersebut.
BPTD menyebut penurunan jumlah armada dan penumpang pada Selasa tidak serta-merta berkaitan dengan banjir bandang atau galodo di kawasan Arosuka.
Deddy mengatakan, jumlah bus AKAP menuju Jakarta memang cenderung lebih sedikit pada hari Selasa berdasarkan pola operasional mingguan.
BPTD Kelas II Sumatera Barat mengimbau masyarakat dan pengguna jasa angkutan umum untuk memperhatikan perkembangan kondisi lalu lintas, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menyatakan tetap memantau pelayanan transportasi darat untuk menjaga konektivitas dan kelancaran perjalanan di tengah kondisi pascabanjir.
Penulis: Muhammad Subhan
Editor : Supriadi Buraerah























































