JAKARTA, INSERTRAKYAT.COM — Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengingatkan peserta Sespim Lemdiklat Polri bahwa kekuasaan saja tidak cukup untuk membangun kepemimpinan yang kuat.
Tito menyampaikan pandangan tersebut dalam Dialog Kebangsaan Sespim Lemdiklat Polri di Gedung Tribrata Convention Center Dharmawangsa, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, pemimpin strategis harus mampu menyusun konsep dan menentukan arah organisasi. Kewenangan hanya menjadi salah satu instrumen dalam menjalankan kepemimpinan.
“Strong leader itulah leader yang tidak hanya memiliki power, kekuasaan,” ujar Tito. Koreksi itu tidak jauh dari dalam diri Tito. Hal itu juga ia tegaskan dalam acara tersebut. Ia mengenang masa dirinya saat menjabat Kapolri kala itu.
Mendagri Tito kemudian mencontohkan sejumlah jabatan strategis seperti kapolres, kapolda, kajati, kajari, hingga komandan di lingkungan TNI.
Tito menilai seluruh jabatan tersebut memiliki kewenangan besar. Namun, kewenangan tidak otomatis membuat seseorang mampu memimpin secara kuat.
“Power is not enough,” tegasnya.
Karena itu, Tito meminta peserta membangun pengetahuan melalui pengalaman, pembelajaran dari orang lain, serta kebiasaan membaca berbagai referensi.
Menurutnya, pengetahuan yang luas membantu pemimpin menemukan referensi ketika menghadapi persoalan. Pemimpin kemudian dapat menambahkan data untuk menentukan keputusan.
“Itulah, pemimpin yang kuat, strong leader, dia harus memiliki konsep,” Tito kembali menegaskan.
Penulis: Syamsul Bahri
Editor : Supriadi Buraerah
































































