UJUNG GADING, InsertRakyat.com — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pondok Buku Olalaa, Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, menjadi satu dari 32 TBM terpilih dari berbagai daerah di Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam Kelompok Diskusi Terpumpun TBM Fest 2026 yang diselenggarakan Forum TBM Indonesia.

Keikutsertaan tersebut menjadi capaian sekaligus kebanggaan bagi TBM Pondok Buku Olalaa, karena forum ini menjadi ruang strategis bagi para pengelola TBM terpilih untuk berbagi pengalaman, praktik baik, gagasan, serta merumuskan pengembangan program pelatihan literasi yang dapat diterapkan di berbagai komunitas literasi.

Dalam FGD TBM FEST 2026, para peserta akan terlibat dalam proses penyusunan dan penyempurnaan empat modul pelatihan baru, yaitu Membaca Dialogis, Membaca Nyaring, Mendongeng, dan Menulis Cerita Anak.

TBM Pondok Buku Olalaa juga bersama 12 peserta terpilih lainnya akan mengikuti kelompok penyusunan Modul Membaca Nyaring di TBM. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan penting bagi TBM Pondok Buku Olalaa untuk membawa pengalaman praktik yang telah dilakukan selama ini ke dalam ruang diskusi dan pengembangan modul pelatihan Forum TBM Indonesia.

Founder TBM Pondok Buku Olalaa, Sumira Putri, S.Pd., mengatakan, TBM Pondok Buku Olalaa selama ini telah mengembangkan kegiatan membaca nyaring sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat. Praktik membaca nyaring telah dilakukan melalui berbagai kegiatan di sekolah maupun di lingkungan TBM, termasuk kegiatan bersama anak-anak yang dirancang untuk membangun minat baca, kemampuan menyimak, keberanian berkomunikasi, serta interaksi yang lebih bermakna dengan buku dan cerita.

“Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi TBM Pondok Buku Olalaa dalam memberikan kontribusi berupa ide, gagasan, pengalaman lapangan, serta praktik baik untuk mendukung penyempurnaan Modul Membaca Nyaring yang nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan dalam pelaksanaan pelatihan bagi pegiat literasi dan pengelola TBM,” ujar Sumira kepada InsertRakyat.com, Rabu (19/8/2026).

Dikatakan, bagi TBM Pondok Buku Olalaa, keterlibatan dalam FGD TBM FEST 2026 bukan sekadar bentuk apresiasi atas kiprah yang telah dilakukan, tetapi juga merupakan kesempatan untuk terus belajar dan berbagi bersama pegiat literasi dari berbagai daerah di Indonesia.

“Keikutsertaan dalam kelompok penyusunan Modul Membaca Nyaring merupakan representasi TBM Pondok Buku Olalaa dalam membawa pengalaman praktik literasi dari daerah untuk berkontribusi dalam proses pengembangan program literasi di tingkat nasional,” ujarnya.

Melalui keterlibatan ini, ungkap Sumira, TBM Pondok Buku Olalaa berharap dapat terus memperkuat kapasitas kelembagaan, memperluas jejaring, serta menghadirkan praktik-praktik literasi yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.

“Ini juga menjadi bagian dari perjalanan literasi TBM Pondok Buku Olalaa untuk terus ‘Baca, Tumbuh, Berdampak’, tidak hanya tumbuh sebagai komunitas literasi di daerah, tetapi juga mengambil bagian dalam proses pengembangan gerakan literasi yang lebih luas di Indonesia,” tambahnya.

Penulis: Fitrah Helmy
Editor: Muhammad Subhan

Artikel Terkait