JAKARTA, INSERTRAKYAT.com — PT Dahana (Persero) menyiapkan ekspansi bisnis dan peningkatan kapasitas produksi dengan target laba mencapai Rp2 triliun paling lambat pada 2030, dari sekitar Rp500 miliar saat ini.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dengan Direktur Utama PT Dahana pada 18 Agustus 2026. Pembahasan mencakup rencana pembangunan pabrik baru dan peningkatan kapasitas produksi perusahaan.

Dony mengatakan Dahana termasuk perusahaan yang dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan dengan memanfaatkan potensi pasar yang tersedia. Selain memperbesar kapasitas produksi, perusahaan diarahkan mengoptimalkan ekosistem Danantara Asset Management (DAM) agar penyerapan produksi dapat meningkat.

“Jadi yang sehat kayak Dahana itu akan kita ekspansikan. Labanya mereka sekarang Rp500 miliar, dengan market size yang kita punya, target kita bisa Rp2 triliun. Paling lambat 2030 sudah Rp2 triliun,” ujar Dony, sebagaimana dikutip InsertRakyat.com, pada Rabu, (19/8/2026).

Target tersebut berarti kenaikan laba sekitar empat kali lipat dibandingkan angka Rp500 miliar yang disebut Dony. Jika tercapai, nilai laba yang ditargetkan meningkat sekitar Rp1,5 triliun.

Secara bisnis, Dahana merupakan BUMN anggota holding industri pertahanan DEFEND ID yang bergerak di bidang bahan berenergi tinggi. Perusahaan menyediakan layanan bahan peledak terpadu untuk sektor pertambangan umum, kuari dan konstruksi, minyak dan gas, serta pertahanan.

Langkah ekspansi juga sejalan dengan aktivitas pengembangan kapasitas Dahana pada 2026. Dalam laman pengadaannya, perusahaan mencantumkan sejumlah proyek, antara lain pembangunan miniplant TNT, pabrik DANFO otomatis, serta miniplant NC.

Dalam perkembangan kinerja terbaru, Dahana menyatakan perusahaan memperkuat kapasitas produksi dan ekspansi bisnis internasional. Pada kinerja tahun buku 2025, perusahaan juga melaporkan pengoperasian sejumlah fasilitas strategis serta pengembangan bisnis di pasar internasional.

Dony Oskaria membahas rencana ekspansi PT Dahana dan target peningkatan laba perusahaan dalam pertemuan pada 18 Agustus 2026 di Jakarta.
Dony Oskaria membahas rencana ekspansi PT Dahana dan target peningkatan laba perusahaan dalam pertemuan pada 18 Agustus 2026 di Jakarta.

Dony menjelaskan pendekatan berbeda akan diterapkan terhadap BUMN yang masih menghadapi persoalan bisnis. Perusahaan-perusahaan tersebut akan dikelompokkan untuk menjalani restrukturisasi sesuai kondisi masing-masing.

“Yang sakit kita kelompokin sendiri restrukturisasinya. PTDI punya restrukturisasi sendiri, Pindad punya restrukturisasi sendiri, kemudian PAL punya restrukturisasi sendiri, Barata juga punya restrukturisasi sendiri,” kata Dony.

Menurut Dony, setiap perusahaan akan memiliki perencanaan bisnis tersendiri sehingga strategi tidak diseragamkan. Pendekatan itu, menurut dia, diperlukan agar masing-masing perusahaan dapat lebih fokus pada karakter dan peluang pasarnya.

Untuk Dahana, fokus tersebut diterjemahkan melalui ekspansi fasilitas, peningkatan kapasitas produksi dan pemanfaatan pasar. Target laba Rp2 triliun pada 2030 masih merupakan sasaran yang disampaikan manajemen pengelolaan BUMN dan perlu dilihat perkembangannya seiring realisasi investasi, kapasitas produksi serta pertumbuhan pasar.

.

Penulis : Miftahul Jannah

Editor   : Zamroni

CONNECT WITH INSERTRAKYAT.COM

WhatsApp InsertRakyat.com

Ikuti berita terbaru langsung melalui WhatsApp.

Artikel Terkait