BOGOR, InsertRakyat.com — Tim mahasiswa Fakultas Kedokteran UPN Veteran Jawa Timur baru saja meraih penghargaan Best Oral Presenter dalam Diskusi Ilmiah Nasional ES-Defense 2026 melalui riset biokomposit berbahan ampas tebu dan serat ijuk untuk material panel protektif non-balistik kendaraan taktis. Selasa (18/8/2026).
Tim tersebut terdiri atas Nasywa Puti Maulidya, Fairuz Izza Eziza, dan Nayla Aqilah Rabbany. Kendati sebelumnya, penghargaan diraih dalam ajang yang diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pertahanan.
ES-Defense 2026 mengusung tema “Inovasi Sains dan Teknologi untuk Pertahanan Berkelanjutan”. Forum tersebut menjadi ruang bagi akademisi dan peneliti dari berbagai daerah untuk mempresentasikan gagasan serta hasil riset di bidang sains dan teknologi pertahanan.
Dalam kategori Pertahanan Militer, tim UPN Veteran Jawa Timur mempresentasikan penelitian berjudul “Optimasi Biokomposit Hibrida Ampas Tebu-Serat Ijuk Teralkalisasi sebagai Material Alternatif Panel Protektif Non-Balistik Kendaraan Taktis.”
Penelitian itu memanfaatkan ampas tebu dan serat ijuk yang telah melalui proses alkalisasi atau modifikasi kimia untuk dikembangkan menjadi biokomposit hibrida.
Penggunaan dua bahan lokal tersebut menjadi bagian penting dari pendekatan penelitian. Ampas tebu dan serat ijuk merupakan sumber material yang dapat dimanfaatkan kembali sehingga riset tidak hanya berfokus pada fungsi material, tetapi juga pada pemanfaatan sumber daya lokal dan aspek keberlanjutan.
Dewan juri memberikan penghargaan Best Oral Presenter dengan mempertimbangkan metodologi penelitian, penyampaian materi, serta potensi penerapannya dalam pengembangan material untuk industri alat utama sistem senjata (alutsista), berdasarkan informasi yang disampaikan mengenai capaian tim.
Riset tersebut juga berkaitan dengan konsep green defense, yaitu pengembangan sektor pertahanan yang memperhatikan aspek keberlanjutan dan lingkungan. Jika dikembangkan lebih lanjut hingga tahap aplikasi industri, pemanfaatan bahan lokal berpotensi berkaitan dengan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Capaian tersebut menunjukkan bahwa riset bidang pertahanan tidak hanya lahir dari disiplin ilmu yang secara langsung berkaitan dengan teknologi pertahanan. Mahasiswa Fakultas Kedokteran juga mengambil bagian melalui penelitian material dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
Untuk pengembangan riset selanjutnya, tantangannya bukan hanya menghasilkan material alternatif, tetapi memastikan karakteristik, keamanan, ketahanan, biaya produksi, serta kelayakan penerapannya dapat dibuktikan melalui penelitian dan pengujian lebih lanjut.
Capaian tim mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur di ES-Defense 2026, ini menempatkan pemanfaatan limbah lokal dalam konteks yang lebih luas: riset mahasiswa dapat menjadi bagian dari pencarian material alternatif yang menghubungkan kepentingan lingkungan, inovasi teknologi, dan kebutuhan nasional.
.
Reporter : Redho
Editor : Zamroni




























































