NAGEKEO, InsertRakyat.com — Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyerahkan bantuan duka Rp15 juta kepada ahli waris korban meninggal akibat gempa saat meninjau posko pengungsi Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8/2026).

Sebelumnya pada 16 Agustus, Tim Investigasi  InsertRakyat.com mendapatkan informasi dan dokumentasi terkait Mendagri Tito. Dalam pada itu Tito Karnavian tak kuasa menahan air mata setelah mendengar lalu melihat situasi dan kondisi Rakyat di NTT. Mereka terdampak Gempa yang terjadi pada 15 Agustus. Mantan Kapolri itu kemudian mengunjugi warga pada sejumlah lokasi yang terdampak hingga hari ini. Di sana ia bersama dengan rombongan memberikan semangat dan menyalur bantuan kepada masyarakat.

.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyerahkan bantuan kepada ahli waris korban gempa di posko pengungsi Desa Waekokak, Nagekeo, NTT
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyerahkan bantuan kepada ahli waris korban gempa di posko pengungsi Desa Waekokak, Nagekeo, NTT

.

Lengkapnya, berdasarkan informasi dari Pusat Penerangan Kemendagri, bantuan tersebut diberikan oleh Kemendagri kepada sejumlah ahli waris korban yang meninggal akibat gempa. Tito mengatakan bantuan itu merupakan tali asih dari Kemendagri, di luar bantuan yang dapat diberikan Kementerian Sosial.

“Pada kesempatan ini kami juga ini memberikan tali asih kepada warga yang keluarganya wafat, meninggal dunia. Nanti dari Kementerian Sosial ada juga bantuan yang nilainya 15 juta rupiah, tapi ini khusus dari Kementerian Dalam Negeri kami juga memberikan dengan angka yang sama 15 juta,” ujar Tito.

Selain bantuan kepada ahli waris, Tito menyerahkan bantuan Rp100 juta kepada Kepala Desa Waekokak. Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan Kemendagri, bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban masyarakat desa yang terdampak gempa.

Dalam peninjauan itu, Tito juga menerima laporan warga mengenai kebutuhan di lokasi pengungsian. Pemerintah memprioritaskan tambahan sembako dan air minum, sementara bantuan tenda serta selimut akan terus dioptimalkan.

Persoalan lain yang disampaikan berkaitan dengan infrastruktur pertanian. Tito menyebut sekitar 100 hektare jaringan irigasi mengalami kerusakan. Ia mengatakan persoalan tersebut akan disampaikan kepada Menteri Pertanian untuk segera ditangani.

“Dan yang terakhir tadi adalah irigasi. Irigasi mungkin kalau tadi disampaikan ada 100 hektare irigasinya ada yang patah, saya akan sampaikan ini segera kepada Menteri Pertanian,” ungkap Tito.

Tito mengatakan pemulihan irigasi dapat dilakukan melalui bantuan pompa agar air kembali mengalir ke persawahan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan fungsi lahan pertanian yang terdampak kerusakan jaringan irigasi.

“Sehingga airnya bisa mengaliri sawah-sawah itu yang saya sarankan nanti kepada Menteri Pertanian,” kata Tito.

Peninjauan di Desa Waekokak merupakan bagian dari kunjungan Tito ke wilayah terdampak gempa di Nagekeo. Dalam kegiatan tersebut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Nagekeo Imanuel Ndun, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, serta pihak terkait lainnya.

Penanganan di lokasi pengungsian kini mencakup kebutuhan dasar warga sekaligus pemulihan fasilitas yang menunjang kehidupan masyarakat. Selain bantuan untuk keluarga korban, perhatian pemerintah juga diarahkan pada ketersediaan pangan, air minum, tempat berlindung, serta pemulihan irigasi pertanian.

Penulis: Romy /Arif/Mft (Investigsi).Editor : Supriadi Buraerah. Ikuti terus perkembangan berita InsertRakyat.com. Dapatkan informasi terbaru melalui saluran WhatsApp resmi InsertRakyat.com dan ikuti media sosial resmi kami untuk mengikuti perkembangan berita berikutnya.

CONNECT WITH INSERTRAKYAT.COM

WhatsApp InsertRakyat.com

Ikuti berita terbaru langsung melalui WhatsApp.

Artikel Terkait