JAKARTA, InsertRakyat.com — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memecahkan rekor Guinness World Records melalui 306 pegawai yang mengenakan wastra tenun Nusantara dalam rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

Rekor tersebut tercatat dalam kategori Largest Gathering of People Wearing Traditional Indonesian Woven Textiles.

Pencapaian itu berlangsung setelah peserta mengenakan wastra tenun asli berbasis Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Jenis wastra yang digunakan antara lain songket, tenun ikat, lurik, endek, dan ulos.

Official Adjudicator Guinness World Records, Austin Johnson, memastikan Kemenekraf memenuhi persyaratan kategori tersebut.

Menurut Johnson, syarat minimum rekor adalah 250 peserta. Kemenekraf tercatat melibatkan 306 orang dalam kegiatan tersebut.

“Syarat minimum untuk rekor ini adalah 250 orang, dan saya dapat memastikan bahwa Kementerian Ekraf telah mencapai 306 orang. Kementerian Ekraf telah meraih gelar Guinness World Records untuk kategori yang baru,” ujar Austin Johnson.

Proses penilaian berlangsung selama 90 menit setelah upacara kemerdekaan. Peserta berasal dari sejumlah unit kerja di lingkungan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pencapaian tersebut menjadi sarana memperkenalkan wastra dari berbagai daerah.

Menurut dia, setiap wastra memiliki ciri khas yang merepresentasikan filosofi dan identitas masyarakat setempat.

“Ini merupakan rekor dunia yang menjadi hasil nyata untuk membawa lebih banyak wastra tenun Nusantara dari setiap daerah dengan ciri khas yang merepresentasi filosofi dan identitas masyarakat setempat,” kata Teuku Riefky saat menerima penghargaan GWR di Auditorium Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta.

Teuku Riefky juga mengaitkan penggunaan wastra dengan perkembangan subsektor fesyen. Menurut dia, wastra tenun tetap relevan dengan gaya hidup masa kini dan memiliki nilai ekonomi.

HUT ke-81 RI, Kemenekraf Raih Rekor GWR Wastra Tenun
HUT ke-81 RI, Kemenekraf Raih Rekor GWR Wastra Tenun. Foto kegiatan.

Pencatatan rekor tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan wastra Nusantara sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Ekosistem itu mencakup penenun, perajin, desainer, pegiat fesyen, hingga masyarakat.

“Ekonomi kreatif harus mampu mengubah warisan budaya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Di balik wastra Nusantara terdapat pengetahuan tradisional, kreativitas, talenta, dan rantai nilai ekonomi yang produktif,” ujar Teuku Riefky.

Kemenekraf menyebut keberagaman tenun dari berbagai daerah menunjukkan kreativitas masyarakat Indonesia. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui inovasi desain, peningkatan kualitas, dan perluasan akses pasar subsektor fesyen.

Untuk pencatatan GWR, penggunaan wastra ditempatkan sebagai bagian dari pengenalan kreativitas berbasis budaya. Kemenekraf juga mengaitkannya dengan penguatan ekonomi kreatif dan identitas Indonesia di tingkat global.

Penulis : Anggytha / Syamsul Bahri
Editor : Tim Redaksi